Kerja Sama V-Green Indonesia dan Tribun Network dalam Pengembangan Jaringan SPKLU
V-Green Indonesia, yang merupakan bagian dari grup VinFast di bawah naungan VinGroup Vietnam, mengumumkan kerja sama strategis dengan Tribun Network untuk penyediaan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kendaraan listrik. Tujuan dari kolaborasi ini adalah memperluas aksesibilitas pengisian daya kendaraan listrik di berbagai lokasi di Indonesia.
Sejauh ini, V-Green Indonesia telah menyiapkan 40 unit SPKLU yang akan tersebar di 24 kota. Salah satu lokasi yang akan menjadi perhatian utama adalah kantor-kantor Tribun Network. Dengan adanya SPKLU di area tersebut, para pengguna mobil listrik VinFast dapat lebih mudah melakukan pengisian daya tanpa harus mencari tempat lain.
Peran Tribun Network dalam Pemasangan SPKLU
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, dan Director of Network Development V-Green Indonesia, Yudhy Tan, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) di kantor Tribun Network, Palmerah Selatan, Jakarta, pada Kamis (12/2/2026). MoU ini menjadi langkah awal dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik VinFast di Indonesia.
Resni Endah, Network Development B2B Manager V-Green Indonesia, menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini, pihaknya dapat memperluas pemasangan SPKLU di berbagai lokasi dengan memanfaatkan lahan milik Tribun Network. “Jadi mungkin di kantor-kantor Tribun nanti kita bisa install charging station. Kalau misalnya Tribun mau pakai mobil operasional Vinfast, kan sudah tidak perlu lagi memikirkan di mana nih mau charging soalnya di kantornya sudah ada,” ujar Resni.
Selain di area perkantoran, SPKLU V-Green juga bisa ditempatkan di berbagai lokasi lain seperti apartemen, pusat perbelanjaan, kafe, restoran, hotel, hingga lapangan padel. Tahun ini, V-Green menargetkan pemasangan 80 ribu fasilitas battery swap dan SPKLU di seluruh Indonesia.
Penyebaran SPKLU di Berbagai Wilayah
Sejak berdiri di Indonesia pada Desember 2024, V-Green sudah membangun lebih dari 2.000 SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kita bangun dari Aceh sampai yang paling timur itu kita ada di Kupang. Kupang atau Atambua dekatnya Timor Leste,” ujar Resni.
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia sejalan dengan keberhasilan di Vietnam, di mana penyediaan infrastruktur harus disiapkan terlebih dahulu sebelum menjual mobil listrik secara masif.
Dua Skema Kerja Sama untuk Mitra
V-Green Indonesia memiliki dua skema kerja sama bagi mereka yang ingin menghadirkan SPKLU mobil listrik Vinfast di fasilitas yang mereka miliki:
-
Skema Sewa Lahan
Dalam skema ini, V-Green menyewa lahan berukuran sekitar 2,5 x 5 meter atau setara satu slot untuk lokasi pemasangan. Biaya sewa akan dibayarkan secara berkala, baik bulanan maupun per enam bulan. Semua kebutuhan investasi seperti pemasangan listrik, instalasi PLN, dan infrastruktur lainnya akan ditanggung oleh V-Green. Pemilik lahan hanya perlu menyediakan lokasi. -
Skema Bagi Hasil (Sharing Revenue)
Skema ini terbuka bagi pelaku usaha atau investor yang ingin memulai bisnis SPKLU. Dalam model ini, investor dapat membeli perangkat SPKLU, memasangnya di lokasi tertentu, lalu bekerja sama dengan V-Green. Nantinya, keuntungan akan dibagi melalui sistem sharing revenue yang dinilai menarik. Sistem bagi hasil umumnya berbasis pada jumlah listrik yang terpakai (kWh). Artinya, semakin banyak kendaraan yang mengisi daya, maka potensi keuntungan juga semakin besar.
Keberadaan Armada Taksi Listrik Green SM
Meskipun pengguna mobil listrik VinFast di suatu daerah masih dalam tahap berkembang, keberadaan armada taksi Green SM menjadi jaminan adanya trafik pengisian yang stabil. Para sopir taksi ini disebut melakukan pengisian daya setiap hari.
Proyek SPKLU di Gorontalo
Sebagai informasi tambahan, SPKLU kendaraan listrik akan dibangun di Kantor di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Gorontalo pada awal tahun ini.











