"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Ramadan Datang, Ingat Niat Sahur dan Penyebab Puasa Batal

Sejarah dan Kewajiban Berpuasa dalam Islam

Dalam agama Islam, kewajiban berpuasa diwajibkan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, tepatnya pada tahun kedua Hijriyah. Puasa menjadi salah satu rukun penting dalam ajaran Islam, yang memiliki makna mendalam dan nilai spiritual yang tinggi.

Selama bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Bulan ini merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang sangat istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tahun 2026 masehi akan menjadi tahun ke-1447 Hijriah, dan bulan suci Ramadan akan segera tiba dengan penuh sukacita.

Berikut ini adalah informasi mengenai niat sahur, niat puasa hingga penyebab puasa batal selama Ramadan.

Dalil tentang Puasa Ramadan

Allah SWT menyatakan dalam Alquran bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang yang beriman, seperti yang dinyatakan dalam firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan keistimewaan dan kemuliaan bulan Ramadan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’I. Dalam hadis tersebut, beliau bersabda:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”

Niat Puasa Ramadan

Niat puasa Ramadan memiliki bacaan tertentu yang harus dibaca dengan benar. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan beserta artinya:

“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.”

Artinya:

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Doa Buka Puasa Ramadan

Doa buka puasa Ramadan juga memiliki bacaan khusus. Berikut doanya:

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”

Artinya:

“Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”

9 Hal yang Membatalkan Puasa

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa selama bulan Ramadan. Berikut penjelasannya:

  1. Memasukkan Sesuatu ke Lubang Tubuh

    Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh, baik ke mulut, hidung, telinga, maupun lubang lainnya, dapat membatalkan puasa. Termasuk dalam hal ini adalah makan, minum, dan merokok.

  2. Mengobati Sakit dari Qubul dan Dubur

    Mengobati penyakit melalui lubang kemaluan atau dubur termasuk hal yang membatalkan puasa.

  3. Sengaja Muntah

    Muntah secara sengaja membatalkan puasa. Jika terpaksa muntah, tidak perlu qadha, tetapi jika sengaja maka wajib qadha.

  4. Bersetubuh

    Persetubuhan selama berpuasa membatalkan puasa dan wajib dilakukan qadha. Di zaman sekarang, jika tidak mampu, bisa membayar fidyah.

  5. Keluar Sperma Secara Sengaja

    Keluar sperma karena disengaja membatalkan puasa, tetapi jika keluar karena mimpi tidak membatalkan puasa.

  6. Haid

    Haid atau menstruasi bagi perempuan membatalkan puasa, namun mereka tetap wajib mengqadha puasa di waktu lain.

  7. Hilang Akal

    Hilang akal karena gila, mabuk, atau pingsan dapat membatalkan puasa, tergantung pada kondisi dan keadaannya.

  8. Nifas

    Darah nifas setelah melahirkan membatalkan puasa, sehingga perlu mengqadha puasa di waktu lain.

  9. Murtad

    Jika seseorang murtad (keluar dari Islam), maka ia tidak lagi terkena kewajiban berpuasa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *