"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Angelina Sondakh Akui Mualaf Karena Pria Tampan, Tersadar Saat Adjie Massaid Meninggal

Perjalanan Hidup Angelina Sondakh: Dari Cinta Kepada Adjie Massaid Hingga Pencerahan Spiritual

Angelina Sondakh, seorang aktris ternama Indonesia, menceritakan pengalamannya dalam menghadapi perubahan hidup yang begitu dramatis. Ia mengakui bahwa keputusannya untuk memeluk agama Islam bukanlah karena keyakinan penuh, melainkan karena cintanya terhadap sang mendiang suaminya, Adjie Massaid.

Pernikahannya dengan Adjie Massaid menjadi awal dari perjalanan spiritualnya. Namun, di tengah pernikahan tersebut, ia tidak merasa menemukan kedamaian dalam beribadah. Bahkan, ia mengaku bahwa pada saat itu, ia hanya ikut-ikutan dalam menjalani ibadah karena keterikatan emosional terhadap Adjie.

“Yang pasti saya jadi mualaf gara-gara cowok ganteng, gara-gara Mas Adjie Massaid. Tapi pada saat itu ya ikut aja, seikut-ikutnya aja,” ujarnya.

Ketika itu, Angelina tidak sepenuhnya memahami makna dari agama yang dianutnya. Ia hanya mengikuti langkah-langkah ibadah seperti salat, tanpa benar-benar merasakan kekuatan spiritual dari agama tersebut.

Proses Pernikahan yang Tidak Mudah

Pernikahan antara Angelina dan Adjie Massaid tidak mudah. Ia mengungkapkan bahwa Adjie beberapa kali melamar dirinya, tetapi selalu ditolak oleh ayahnya. Meskipun begitu, Adjie tidak menyerah. Ia terus berusaha hingga akhirnya Angelina memutuskan untuk masuk Islam.

“Karena kan Mas Adjie itu tiga kali melamar ke saya dan tiga-tiga kalinya ditolak oleh almarhum Ayah saya. Kata Mas Adjie ‘kayaknya harus pakai cara lain deh’. Ketibaan pokoknya ada Pak Ustad, ada penghulu. Aku langsung jadi mualaf, baca kalimat syahadat dan langsung nikah,” tuturnya.

Meski pernikahan ini terjadi karena cinta, Angelina mengakui bahwa ia belum sepenuhnya menyadari makna spiritual dari agama yang dianutnya. Ia hanya melakukan ibadah secara sekedarnya.

Kehilangan Adjie Massaid dan Perubahan Hidup

Perubahan besar dalam hidup Angelina terjadi setelah Adjie Massaid meninggal dunia. Ia mengatakan bahwa kehilangan suaminya membuat kehidupannya berubah drastis.

Adjie meninggal karena serangan jantung akibat penyakit jantung koroner yang sudah dideritanya bertahun-tahun. Meskipun terlihat bugar dan sempat bermain sepak bola sebelum meninggal mendadak pada 5 Februari 2011 di RS Fatmawati, kepergiannya meninggalkan luka yang dalam.

Setelah kehilangan Adjie, Angelina menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah kasus hukum yang membuatnya harus menjalani 10 tahun di penjara.

Masa-Masa Sulit di Penjara

Di dalam penjara, Angelina masih menjalani ibadah dengan cara biasa. Ia mengaku bahwa selama empat tahun pertama, ia hanya melakukan salat tanpa kesadaran penuh.

“Di dalam sana (penjara) 4 tahun masih biasa-biasa saja, artinya yaudah kalau salat ya salat. Tapi akhirnya ketika saya merasa bahwa saya teriak juga percuma, saya marah juga enggak ada yang terdampak, saya nangis jejeritan juga enggak ada yang peduli,” katanya.

Dalam kondisi terpuruk tersebut, Angelina mulai merenungi hidupnya. Ia menyadari bahwa kemarahan dan kesedihan tidak akan mengubah keadaan. Hal ini menjadi titik balik dalam perjalanan spiritualnya.

Awal Perubahan dan Pencerahan

Pertemuan dengan teman satu sel menjadi awal perubahan dalam hidup Angelina. Ia mulai belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih sungguh-sungguh.

“Saat saya tahajud ternyata ada seseorang teman kamar yang bilang ‘Mbak Angie pengin baca Al-Quran yang benar enggak?’ jadi alhamdulillah ada yang ngajarin, ada yang nuntun,” lanjutnya.

Percakapan tersebut menjadi awal dari proses pembelajaran yang lebih dalam. Ia mulai merasakan kehadiran Allah dalam hidupnya.

Keinginan untuk Menghafal Al-Qur’an

Keinginan untuk menghafal Al-Qur’an pun tumbuh perlahan. Ia memulainya dari kebiasaan membaca setiap hari. Awalnya, ia tidak menyangka bahwa ia bisa menghafal tanpa melihat Al-Qur’an.

“Awal menghafal (Al-Qur’an) ketika di sel, saya baca tiba-tiba pas lagi one day one juz ‘kok saya udah bisa enggak ngeliat Al-Quran’. Bahwa ternyata Al-Quran itu untuk memberi petunjuk, kalau kita jalanin petunjuknya, Allah Rahmati dan Allah kasih kabar gembira,” tutupnya.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Ia percaya bahwa kedekatan dengan Allah menjadi sumber kekuatan terbesarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *