"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Dr. Husam, Bagaimana Menyesuaikan Dosis Obat Diabetes Saat Puasa?

Panduan untuk Penderita Diabetes Saat Berpuasa

Penderita diabetes sering kali menghadapi tantangan saat menjalani puasa, terutama dalam hal pengaturan dosis obat dan insulin. Pertanyaan ini sering muncul dari para penderita yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu kesehatannya. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara menyesuaikan penggunaan obat oral dan insulin selama bulan puasa.

Obat Oral untuk Penderita Diabetes

Obat oral yang digunakan oleh penderita diabetes dapat dibagi menjadi beberapa golongan. Salah satu contohnya adalah glibenclamide dan gliclazide. Kedua jenis obat ini biasanya memiliki risiko tinggi terhadap hipoglikemia (gula darah rendah), sehingga perlu diwaspadai selama puasa. Jika pasien menggunakan obat-obatan seperti ini, sebaiknya dokter menyarankan penggantian atau penurunan dosis. Dalam beberapa kasus, obat bisa diminum hanya saat berbuka puasa.

Sementara itu, golongan sulfonilurea yang lebih baru seperti glimepirid atau gliclazide dengan rilis lambat (MR) tidak memerlukan penyesuaian dosis. Namun, penggunaan obat ini tetap harus dipertimbangkan secara individual, karena setiap penderita memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda.

Penggunaan Insulin Selama Puasa

Insulin juga perlu diperhatikan saat berpuasa. Jika pasien hanya disuntik sekali sehari, suntikan tersebut bisa dilakukan saat berbuka puasa. Misalnya, jika biasanya suntikan diberikan pagi hari, maka bisa dipindahkan ke waktu berbuka.

Untuk pasien yang mendapatkan suntikan insulin dua kali atau tiga kali sehari, penyesuaian dosis dan jadwal suntikan perlu dilakukan dengan hati-hati. Umumnya, jika suntikan dilakukan dua kali sehari, dosis pada waktu sahur bisa diturunkan. Sementara itu, untuk suntikan tiga kali sehari, suntikan siang bisa dihentikan, sehingga tetap tersisa dua suntikan yaitu saat sahur dan berbuka. Namun, semua penyesuaian ini harus didiskusikan dengan dokter, karena kesalahan dalam pengaturan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Kategori Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Berpuasa

Tidak semua penderita diabetes boleh berpuasa. Ada beberapa kategori yang perlu diperhatikan:

  • Boleh berpuasa: Penderita diabetes dengan risiko rendah dan kondisi tubuh yang stabil serta diabetes terkontrol melalui obat-obatan.
  • Boleh berpuasa tapi harus berhati-hati: Penderita diabetes dengan risiko sedang. Biasanya mereka memiliki diabetes yang terkontrol melalui diet, obat-obatan, dan insulin. Kadar HbA1C mereka kurang dari 8 persen.
  • Diperbolehkan tidak puasa: Penderita diabetes dengan risiko tinggi. Mereka memiliki nilai gula darah puasa antara 150–300 mg/dl, kadar HbA1C antara 8–10 persen, komplikasi mikrovaskular atau makrovaskular, atau berusia di atas 75 tahun.

Profil Dokter Spesialis Penyakit Dalam

dr. Husam, Sp. PD, FINASIM adalah seorang dokter spesialis penyakit dalam yang aktif memberikan layanan medis di wilayah Solo, Jawa Tengah. Beliau praktik di RSU Mitra Pedan dan RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta. Sebagai dokter spesialis penyakit dalam, dr. Husam menangani berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan organ dalam tubuh, termasuk gangguan metabolik, infeksi, dan penyakit kronis.

Selain itu, dr. Husam juga aktif sebagai narasumber dalam edukasi kesehatan, termasuk di platform TribunHealth. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dr. Husam, silakan kunjungi website RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta dan RSU Mitra Pedan untuk mengetahui jadwal praktiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *