"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Program Makanan Gratis di Alor Terkontaminasi Ulat, Dapur Dihentikan Sementara

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Di SD GMIT 01 Kalabahi Tercoreng Akibat Ulat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah di Kabupaten Alor kembali menjadi perbincangan setelah ditemukan ulat pada makanan yang dibagikan. Kejadian ini terjadi di SD GMIT 01 Kalabahi, yang berada di Kecamatan Teluk Mutiara. Insiden ini terungkap setelah seorang siswi menemukan ulat kecil pada menu tahu dan pentolan bakso yang disajikan.

Video yang tersebar luas di media sosial, khususnya Facebook, menunjukkan kondisi makanan yang tidak layak konsumsi. Dalam video tersebut, pembuat video meminta pihak penyedia MBG untuk lebih teliti dalam mengawasi kualitas makanan yang akan disajikan kepada anak-anak. Hal ini sangat miris karena makanan tersebut akan dikonsumsi oleh para siswa.

Menurut informasi dari sumber lokal, Kepala SD GMIT 01 Kalabahi, Anderias Saitakela, S.Pd.Gr., serta salah seorang guru, membenarkan bahwa ada ulat kecil yang ditemukan di makanan tahu dan pentolan bakso. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak tahu apakah masalah ini terjadi pada seluruh bungkus makanan atau hanya sebagian saja.

Pembagian MBG biasanya dilakukan oleh pengelola dapur tingkat 1 sekitar pukul 08.00 pagi. Setelah makanan diterima, para guru mendistribusikannya ke kelas masing-masing. Siswa kelas 1 dan 2 memiliki jadwal istirahat pukul 09.25 WITA, dan saat itu mereka langsung makan MBG. Pukul 09.50 WITA, siswa kelas 3 sampai 6 juga mengikuti jadwal istirahat. Pada saat itulah seorang siswi kelas 5 A menemukan ulat di makanan tahu dan melaporkannya.

Setelah diperiksa, ternyata benar adanya ulat di makanan tahu dan pentolan bakso. Sekolah kemudian meminta agar makanan yang belum dimakan dikumpulkan. Namun, siswa kelas 1 dan 2 telah makan MBG yang dibagikan sebelumnya.

Pihak sekolah langsung melakukan komplain ke dapur pengelola MBG tingkat 1. Dapur tersebut segera datang ke sekolah dan menarik kembali makanan yang belum dimakan sambil memohon maaf atas kejadian tersebut.

Pihak Dapur MBG Tingkat 1 Kalabahi, melalui Asisten Lapangan, Anton Subang, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ditemukannya ulat pada potongan tahu dan pentolan bakso. Mereka juga segera merespons dengan menarik kembali makanan yang telah didistribusikan.

Dapur tersebut terdata menyalurkan makanan pada 21 titik sekolah. Namun, hanya tiga sekolah yang mengalami kejadian serupa, yaitu SD GMIT 01 Kalabahi, SD Negeri 3 Lawahing, dan SMA Kristen 2 Kalabahi.

Tanggapan Warganet

Video yang diposting di beberapa media sosial seperti Instagram dan Facebook membuat warganet, terutama orang tua, panik dan memberikan komentar. Salah satu warganet menyampaikan kekhawatiran bahwa banyak anak-anak yang trauma untuk mau makan MBG lagi di sekolah tersebut.

“Anak-anak dari rumah tiap pagi orang tua kasih makan dan minum dengan baik, kasih uang jajan, baru pergi sekolah. Kalau sudah model begini, pasti banyak anak-anak yang trauma untuk mau makan MBG lagi di sekolah ini,” tulis salah satu warganet.

Respons Pemerintah

Menanggapi kasus ini, Wakil Bupati Alor langsung mengambil langkah dengan memberhentikan sementara operasional dapur hingga mendapatkan detail informasi yang benar. Langkah tegas ini diambil setelah melakukan sidak.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *