"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Lo Kheng Hong Miliki Saham di 13 Emiten, Termasuk LSIP dan RALS

Strategi Investasi Lo Kheng Hong yang Menarik Perhatian Pasar

Investor ternama Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data kepemilikan saham per 27 Februari 2026, pria yang dikenal sebagai “Warren Buffett Indonesia” ini tercatat memiliki saham di sedikitnya 13 emiten dengan porsi kepemilikan di atas 1%. Langkah investasinya sering menjadi rujukan bagi investor ritel dalam mengidentifikasi saham berfundamental yang dinilai masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.

Lo Kheng Hong menyatakan bahwa ia lebih memilih saham yang memiliki fundamental kuat, baik dari sisi kinerja, laporan keuangan hingga prospek bisnis. Ia sering menyampaikan prinsip dasar investasi yang sama: “Beli saham karena kinerjanya bagus dan valuasinya murah.” Prinsip ini menjadi pedoman utamanya dalam menentukan pilihan saham.

Dalam beberapa kesempatan, Lo juga menegaskan bahwa gejolak di pasar saham tidak perlu dikhawatirkan. Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menjadi peluang untuk memperkuat posisi investasi. Menurutnya, penurunan IHSG bisa menjadi kesempatan emas bagi investor untuk membeli saham perusahaan berkualitas di harga murah.

Pada momen seperti ini, Lo Kheng Hong menyarankan investor untuk memanfaatkan situasi ini dengan bijak. Meski begitu, ia menekankan pentingnya melakukan analisis yang cermat sebelum memutuskan investasi. Ia menilai bahwa ketenangan dan kejelian menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.

Berdasarkan data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham Lo Kheng Hong secara persentase terbesar terdapat di sektor properti dan media. Ia menguasai 6,71% saham PT Intiland Development Tbk (DILD) atau setara 696,03 juta saham. Selain itu, Lo juga memegang 6,44% saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sebanyak 1,06 miliar saham.

Di sektor industri, Lo memiliki 6,02% saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) atau 209,89 juta saham. Sementara di lini perkebunan, ia menggenggam 5,03% saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) sebanyak 779,20 juta saham, serta 1,21% saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) sebanyak 82,59 juta saham.

Lo juga tercatat memiliki 5,62% saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) sebanyak 154,83 juta saham. Pada sektor tekstil, ia menggenggam 1,02% saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau 209,33 juta saham.

Di sektor ritel, Lo memiliki 2,16% saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) sebanyak 153,25 juta saham. Sementara di sektor kawasan industri, ia mengoleksi 1,16% saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) setara 111,86 juta saham.

Portofolio Lo juga mencakup sektor pembiayaan dan investasi. Ia menggenggam 1,58% saham PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) sebanyak 63,14 juta saham serta 1,23% saham PT Paninvest Tbk (PNIN) sebanyak 50,19 juta saham.

Di sektor petrokimia dan pakan ternak, Lo masing-masing memiliki 1,29% saham PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) sebanyak 50,31 juta saham dan 1,24% saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) setara 27,65 juta saham.

Sebaran kepemilikan tersebut menunjukkan konsistensi strategi value investing Lo Kheng Hong yang kerap memborong saham sektor siklikal, mulai dari properti, perkebunan, industri, hingga ritel. Dengan porsi kepemilikan di atas 5% pada sejumlah emiten, Lo juga masuk dalam jajaran pemegang saham signifikan yang diperhatikan pelaku pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *