Dominasi BYD di Pasar Mobil Listrik Nasional
Pabrikan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) saling bersaing untuk mencatatkan penjualan terlaris sepanjang periode Januari–Oktober 2025. Dalam persaingan ini, BYD berhasil mempertahankan dominasinya di pasar mobil listrik nasional, mengungguli kompetitornya yang mayoritas juga berasal dari China, seperti Wuling, Chery hingga Aion.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales mobil listrik murni selama 10 bulan 2025 mencapai 69.146 unit. Angka ini jauh melampaui capaian sepanjang 2024 yang sebanyak 43.188 unit. Lonjakan penjualan ini tak lepas dari kian maraknya peluncuran merek dan model kendaraan listrik baru di pasar domestik, yang membuat persaingan segmen EV semakin ketat.
Beberapa pendatang baru yang meramaikan pasar antara lain VinFast asal Vietnam, Polytron besutan Grup Djarum, serta Maxus di bawah Grup Indomobil. Kehadiran merek-merek ini memberikan tantangan baru bagi pabrikan-pabrikan lokal maupun asing yang telah lama beroperasi di pasar Indonesia.
Penjualan Terbesar oleh BYD
BYD masih bertengger di peringkat pertama merek mobil listrik terlaris dengan capaian penjualan 30.670 unit pada Januari-Oktober 2025. Hal ini didukung oleh model city car terbaru BYD Atto 1 yang laris diburu konsumen, dengan mencatatkan penjualan wholesales sebesar 9.396 unit pada bulan Oktober.
Selain itu, BYD tengah membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat berkapasitas 150.000 unit per tahun yang ditargetkan selesai pada akhir 2025. Pabrikan ini menyiapkan sejumlah lini unggulan, mulai dari BYD M6, Sealion 7, Atto 3, Seal, Dolphin, hingga Atto 1.
Peringkat Kedua dan Ketiga
Wuling berada di peringkat kedua dengan membukukan penjualan 9.462 unit pada 10 bulan 2025. Penjualan ini sebagian besar ditopang oleh Wuling Air EV, Binguo EV dan Cloud EV yang sudah dirakit lokal di pabrik Wuling Cikarang, Jawa Barat.
Sub-merek premium milik Grup BYD, yakni Denza menduduki peringkat ketiga terlaris dengan penjualan 6.967 unit hanya dari model D9. Disusul Chery yang menorehkan penjualan 6.705 unit, disumbang dari Chery J6 hingga E5.
Kebijakan Pemerintah Mengenai Insentif Impor
Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa insentif impor utuh (completely built up/CBU) untuk mobil listrik murni akan dihentikan pada akhir 2025. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri Investasi Nomor 6/2023 jo. Nomor 1/2024, yang mengatur bahwa fasilitas impor dan insentif BEV hanya berlaku hingga 31 Desember 2025.
Memasuki periode 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan skema 1:1 sesuai peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), termasuk kesetaraan spesifikasi teknis seperti daya motor listrik dan kapasitas baterai. Apabila komitmen tersebut tak dipenuhi, pemerintah dapat mencairkan bank garansi sebagai sanksinya.
Sejumlah pabrikan yang telah menikmati fasilitas impor meliputi BYD, Geely, VinFast, serta PT National Assembler yang membawahi Citroen, Aion, Maxus, dan Volkswagen (VW). Total investasi yang digelontorkan para produsen ini mencapai sekitar Rp15,52 triliun, dengan kewajiban memulai produksi lokal BEV pada 2026.
Daftar 10 Merek Mobil Listrik Terlaris Januari–Oktober 2025
- BYD: 30.670 unit
- Wuling: 9.462 unit
- Denza: 6.967 unit
- Chery: 6.705 unit
- Aion: 4.822 unit
- VinFast: 3.050 unit
- Geely: 2.021 unit
- Hyundai: 1.293 unit
- Morris Garage (MG): 1.142 unit
- Neta: 542 unit











