Potensi Ekspor Jasa di Indonesia dan Peran Sektor Swasta
Geliat ekspor jasa di Indonesia menunjukkan potensi besar untuk berkembang. Peran serta sektor swasta menjadi kunci utama dalam mengakselerasi berbagai jasa dari tanah air, terutama di sektor ekonomi kreatif agar semakin diakui di kancah global dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Menurut data Bank Dunia selama periode sepuluh tahun (2014-2023), rata-rata kontribusi nilai jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia mencapai 63,3 persen. Di Indonesia, kontribusi nilai jasa masih sebesar 43,8 persen dari PDB, yang menunjukkan bahwa masih ada peluang besar untuk meningkatkan kontribusi tersebut. Bank Indonesia mencatat bahwa pada 2025, nilai ekspor jasa Indonesia mencapai USD 42,80 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa masih banyak ruang bagi produk jasa dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional. Dalam kunjungannya ke beberapa SMK yang bermitra dengan Djarum Foundation, seperti SMK Raden Umar Said (RUS), SMK NU Banat, dan SMK Wisudha Karya, Menteri yang kerap disapa Busan ini menekankan pentingnya pembukaan akses pasar yang lebih luas untuk industri kreatif.

“Yang dibutuhkan adalah bagaimana kita membuka akses barang untuk produk-produk kita, salah satunya juga untuk produk jasa. Seperti tadi yang disampaikan oleh Djarum Foundation, penyiapan ekspor jasa di sini harus berbasis suplai bukan demand semata,” ujar Busan.
Menurutnya, Kemendag memfasilitasi promosi produk, pencarian calon pembeli potensial, hingga melakukan business matching melalui atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di 33 negara. Beberapa perjanjian perdagangan dengan negara ataupun kawasan lain seperti Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) hingga Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU-FTA) juga disebutnya dapat berperan penting dalam membuka akses pasar untuk barang jasa. Salah satu manfaatnya adalah penerapan tarif nol persen yang akan sangat membantu industri, termasuk UMKM.
Dia lantas menawarkan kepada Djarum Foundation dan perwakilan sekolah untuk menjajaki kesempatan unjuk gigi kepada perwakilan dagang Indonesia. Harapannya, produk jasa yang ditawarkan dapat menarik minat pembeli potensial yang tepat.
Di samping itu, Budi juga menekankan upaya Kemendag untuk terus meningkatkan kontribusi sektor jasa terhadap total ekspor tanah air. Upaya ini mencakup pencarian pasar untuk tenaga kerja terampil yang ada di Indonesia.
Transformasi Pendidikan dan Pengembangan SDM
Program Manager Djarum Foundation Galuh Paskamagma menjelaskan bahwa upaya peningkatan SDM oleh Djarum Foundation melalui transformasi pendidikan telah dilakukan selama lima belas tahun terakhir. Kemitraan dengan 20 SMK di Kudus diwujudkan melalui pendekatan ‘teaching factory’, yakni sistem pembelajaran untuk menyiapkan talenta terbaik sesuai kebutuhan industri berskala nasional maupun global. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengerjakan proyek dari industri.
Dengan demikian, dia menyebut bahwa siswa telah dilatih untuk menerapkan ilmu dan talenta yang mereka punya sesuai standar industri masing-masing. Di SMK RUS yang berfokus di bidang animasi, misalnya, kolaborasi dan portofolio siswa mencakup jenama-jenama besar dari studio animasi Disney Junior dan Netflix. Seperti Serial Barbie, Unicorn World, Pororo, dan Cocomelon adalah beberapa portofolio yang dikerjakan siswa. Bahkan, kreasi siswa bertajuk Unstring Your Heart juga berhasil menjadi nominasi the 20th Kansas International Film Festival 2020.
Sementara itu, SMK NU Banat dengan spesialisasi desain fesyen telah memasarkan ragam karya busana bernilai jual tinggi dengan jenama Zelmira. Saat ini, Galuh menyebut para siswa tersebut juga tengah menjalin kerja sama dengan salah satu hotel mewah di Jerman untuk produksi produk fesyen bagi klien korporasi.

“Dari dua puluh SMK mitra Djarum Foundation, sepuluh SMK sudah memiliki teaching factory dengan produk berkualitas yang diterima oleh pasar. Bahkan ada satu teaching factory di SMK yang bisa membukukan pendapatan lebih dari Rp12 miliar setiap tahun,” ujar Galuh.
Selain itu, dia menyampaikan bahwa sampai dengan 2025, sekolah mitra Djarum Foundation telah memperkuat lebih dari 63.000 alumni di berbagai program keahlian. Tingkat serapan industri mencapai 85 persen bagi siswa alumni yang telah memenuhi kriteria bekerja. Bahkan, di banyak tempat, lulusan SMK yang menjadi mitra bisa mendapatkan gaji hingga empat kali UMR kota tempat mereka bekerja.
Mendorong Akses Pasar untuk Kontribusi Ekonomi Nasional
Mengingat besarnya potensi pasar dan talenta SMK-SMK mitra ini, Galuh mendorong agar akses ekspor kian terbuka lebar guna mendorong kontribusi sektor jasa bagi perekonomian dalam negeri. Harapannya, generasi muda di Kudus juga dapat lebih mendunia dengan karya mereka.
“Siswa-siswi SMK di sini sangat bisa bersaing untuk skala global maupun internasional. Siswa SMK yang menjadi mitra kami sudah ikut menyumbang devisa, sekaligus mendukung operasional sekolah lewat produk yang dihasilkan selama masa studi. Kami sangat meyakini besarnya kemampuan itu dapat diiringi akses pasar yang lebih luas lagi,” tutur Galuh.











