"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Jasa Marga Perkuat Preservasi Jalan Tol untuk Mudik Aman dan Nyaman

Persiapan Jasa Marga Menghadapi Lonjakan Mobilitas Saat Lebaran 2026

PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah memastikan seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya dalam kondisi prima menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026. Pihak perusahaan melakukan berbagai langkah preventif dan proaktif untuk memastikan kualitas infrastruktur tetap optimal, terutama menghadapi potensi gangguan akibat curah hujan tinggi dan beban lalu lintas yang berat.

Selama beberapa waktu terakhir, kondisi cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan tinggi secara terus-menerus berpotensi menyebabkan gangguan pada perkerasan jalan. Hal ini semakin diperparah oleh keberadaan kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL), yang dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan. Oleh karena itu, Jasa Marga melakukan percepatan program preservasi jalan tol secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 2026, cuaca secara umum didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jasa Marga menargetkan seluruh gangguan perkerasan jalan tol telah ditangani dengan optimal hingga 14 Maret 2026 mendatang. Langkah ini dilakukan agar pelayanan operasional tetap optimal serta memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, terutama menjelang periode libur Idul Fitri.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perkerasan di sejumlah jalan tol. Permohonan maaf juga ditujukan kepada pengguna jalan yang terdampak akibat pekerjaan preservasi yang tengah dilakukan guna memastikan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman.

“Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan preservasi sehingga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tol tetap terjaga, terutama dalam menghadapi lonjakan volume lalu lintas saat arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Rivan.

Teknik Preservasi yang Dilakukan

Secara teknis, pekerjaan preservasi meliputi beberapa tahapan seperti scraping, filling, dan overlay (SFO) untuk memulihkan kualitas permukaan jalan. Selain itu, Jasa Marga juga melakukan penanganan cepat terhadap lubang (patching), serta penguatan struktur perkerasan pada titik-titik yang terdampak beban kendaraan ODOL. Pembersihan dan normalisasi saluran drainase juga dilakukan untuk mencegah genangan air akibat curah hujan tinggi.

Pekerjaan preservasi juga mencakup pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, serta pemeliharaan rambu dan penerangan jalan umum (PJU). Semua kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan proaktif, preventif, dan rutin. Upaya-upaya ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga keandalan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengguna jalan.

Peningkatan Kesiapan Tim dan Infrastruktur Pendukung

Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, Jasa Marga menambah kesiapan tim siaga dan infrastruktur pendukung secara signifikan. Tim perkerasan jalan dan jembatan ditingkatkan menjadi 67 tim, tim ruang milik jalan (rumija) dan drainase sebanyak 222 tim, serta tim siaga sebanyak 71 tim. Perseroan juga menyiapkan 9,3 ribu zak material coldmix untuk penanganan cepat, 209 unit pompa, serta 14 titik Early Warning System (EWS) genangan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan akibat cuaca ekstrem.

Selain itu, Jasa Marga akan melaksanakan metode perbaikan secara struktural melalui pekerjaan SFO dan rekonstruksi pada seluruh ruas jalan tol. Pemakaian patching permanen pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera juga dilakukan guna memastikan kualitas perkerasan tetap optimal dan berkelanjutan.

Pengaturan Lalu Lintas dan Keamanan

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas yang ketat agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Mayoritas pekerjaan dilaksanakan pada malam hingga dini hari dengan pembatasan hanya satu lajur, serta dilengkapi rambu peringatan dan perangkat pengamanan di lokasi pekerjaan. Petugas patroli dan unit derek disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat di lapangan.

Seluruh kegiatan preservasi dilaksanakan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta berkoordinasi dengan Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan para pemangku kepentingan terkait. Informasi rekayasa lalu lintas dan perkembangan kondisi jalan juga disampaikan secara real time melalui media sosial resmi Jasa Marga, Call Center 133, dan aplikasi Travoy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *