Tren yang muncul di media sosial dan terus menginspirasi banyak orang untuk mencobanya adalah minum air panas di pagi hari. Ini bukanlah rutinitas olahraga intensif atau produk perawatan kulit mahal, tetapi kebiasaan sederhana yang kini sedang digandrungi oleh banyak orang. Minum air panas atau hangat telah menjadi bagian dari tradisi pengobatan Tiongkok dan Ayurveda India selama ribuan tahun. Namun, tren ini kembali menyebar di kalangan masyarakat modern setelah menyebar di media sosial sejak awal tahun 2026.
Video-video TikTok dan Instagram dengan jutaan penonton sering kali diberi tag dengan frasa seperti “newly Chinese” dan “Chinamaxxing”. Banyak dari video tersebut menampilkan anak muda yang minum air hangat, makan sarapan hangat, serta melakukan peregangan sebelum memulai hari mereka. Pertanyaannya adalah apakah kebiasaan sederhana ini benar-benar dapat meningkatkan kesehatan tubuh?
Melestarikan ‘Qi’
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, energi atau yang disebut sebagai “Qi” bergerak melalui tubuh manusia. Penyakit terjadi ketika aliran Qi ini terganggu atau tidak seimbang. Pendukung pengobatan ini percaya bahwa minum air hangat pada suhu 40-60 derajat Celsius dapat membantu meningkatkan dan menjaga aliran Qi, sehingga meningkatkan kesehatan dan umur panjang.
“Anggap saja seperti sebuah rumah,” kata Profesor Shun Au, seorang peneliti pengobatan tradisional Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem kesehatan holistik, makanan dingin ibarat angin yang masuk ke dalam rumah Anda.
Mengapa Orang Beralih ke Pengobatan Tradisional?
Minat generasi muda terhadap gaya hidup tradisional Tiongkok mencerminkan tren sosial yang berkembang. Menurut Shyama Kuruvilla, Direktur Pusat Pengobatan Tradisional Global di WHO, ada peningkatan penggunaan pengobatan alternatif, terutama di Eropa. Studi di Jerman menunjukkan bahwa hingga 70% populasi menggunakan bentuk pengobatan integratif komplementer. Di China dan India, angka ini bisa lebih dari 90%.
Beberapa orang tidak mempercayai pengobatan modern karena pengalaman selama pandemi. Sebuah studi di AS menunjukkan penurunan kepercayaan terhadap dokter dan rumah sakit dari 70% menjadi 40%. Selain itu, beberapa orang menggunakan pengobatan tradisional karena lebih murah dan menawarkan pendekatan personal dan holistik.
Apa Kata Sains?
Rosy Brooks, seorang dokter umum dan spesialis pengobatan umur panjang, mengatakan bahwa minum air hangat di pagi hari dapat memberikan manfaat pencernaan dan membantu mengatasi sembelit. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada bukti bahwa air panas dapat membakar lemak, meningkatkan metabolisme, atau mendetoksifikasi tubuh.
Selina Gray, seorang dokter umum dan dokter gaya hidup, menambahkan bahwa minum air hangat hanya bermanfaat untuk hidrasi. “Jika seseorang lebih menyukai air hangat dan itu mendorong mereka untuk minum lebih banyak, maka itu bagus, tetapi itu bukan jalan pintas metabolisme.”
Kesempatan untuk Memperlambat Tempo
Meskipun bukti tentang minum air hangat masih sedikit, praktik tradisional lainnya seperti Tai Chi dan Qigong dapat memberikan manfaat. Studi menunjukkan bahwa latihan-latihan ini dapat meningkatkan kekuatan, mobilitas, dan mengurangi stres.
Profesor Shun Au menjelaskan bahwa praktik seperti meditasi, Qigong, dan Tai Chi bertujuan untuk memperlambat ritme kehidupan sehari-hari. Dokter Brooks juga mengakui bahwa kebiasaan seperti ini bisa bermanfaat secara psikologis, memberi waktu untuk diri sendiri di tengah kesibukan.
Kesan Positif
Maryam Khan, seorang asisten arsitek di London, mengatakan bahwa minum air panas di pagi hari memberinya rasa tenang dan memperbaiki kesehatan mentalnya. “Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk memperlambat, menikmati semuanya, dan memulai hari saya dengan penuh kehati-hatian.”













