Bangkok United berhasil menciptakan sejarah setelah mengalahkan Gamba Osaka dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions Asia 2025/2026. Gol kemenangan yang dicetak oleh wakil Thailand itu tercipta melalui tendangan penalti Muhsen Al Ghassani pada menit ke-26.
Penyerang asal Oman tersebut berhasil mengelabui kiper Masaaki Higashiguchi setelah Shinnosuke Nakatani melakukan handball di kotak terlarang. Perjuangan wakil Jepang untuk menyamakan skor semakin sulit ketika kapten Nakatani menerima kartu merah pada menit ke-74. Ia diusir keluar lapangan karena melakukan pelanggaran handball saat berduel dengan Rivaldinho di tepi kotak penalti.
Wasit Muhammad Nasaruddin berkonsultasi lewat monitor VAR di pinggir lapangan sebelum mengusir sang bek. Dengan keunggulan jumlah pemain, Bangkok United tetap kokoh untuk mempertahankan skor hingga akhir laga.
Seusai pertandingan, pelatih Bangkok United, Totchtawan Sripan memuji kedisiplinan para pemainnya. Ia mengatakan bahwa Gamba memiliki kualitas tinggi dan menekan timnya sepanjang pertandingan.
“Kami ingin lebih banyak menguasai bola tetapi terpaksa bertahan di lini belakang. Pujian kepada para pemain karena bertahan hingga akhir.”
“Kami tahu Issam Jebali adalah kunci serangan mereka dan mencoba untuk menghilangkan pengaruhnya.”
“Pujian kepada tim karena mengikuti rencana dengan sangat baik,” kata Totchtawan, dikutip dari Bangkok Post.
Hasil ini membuat Bangkok United hanya butuh hasil imbang dalam laga leg kedua di Stadion Rajamangala pada 15 April. Tak cuma itu, Bangkok United juga mencetak sejarah sebagai klub Thailand pertama yang berhasil mengalahkan wakil Jepang.
Menariknya, Bangkok United mengalahkan Gamba Osaka dengan hanya menurunkan empat pemain asing di starting line-up. Meski tak ada batasan jumlah pemain asing, mereka tetap menurunkan tujuh pemain lokal Thailand sebagai starter.
Salah satu pemain asing yang dimainkan sebagai starter oleh Bangkok United adalah winger asal Belanda, Ilias Alhaft. Pemain berusia 29 tahun itu bermain selama 68 menit dalam laga yang berlangsung di Stadion Panasonic Suita, Jepang.
Mantan pemain Almere City itu memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Namun, pemain keturunan Maroko itu dikabarkan belum dilirik oleh John Herdman atau PSSI untuk membela Timnas Indonesia.
Menurut Thairath, Bangkok United menurunkan rata-rata 9,54 pemain lokal per pertandingan, yang mewakili 59,63 persen dari total pemain. Dibandingkan dengan beberapa tim Asia Tenggara lain yang sudah lebih dulu tersingkir, jumlah tersebut jauh lebih tinggi.
Bahkan, Persib Bandung sebagai wakil Indonesia menggunakan 42,97 persen pemain lokal, dengan rata-rata 6,88 pemain per laga. Meski memainkan lebih banyak pemain asing daripada Bangkok United, langkah Persib sudah terhenti di babak 16 besar.











