"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

BBRI Bagikan Dividen di Tanggal 10 April 2025 dengan Laba yang Menggiurkan Rp31,4 Triliun

BBRI Akan Berbagi Dividen Besar pada Tanggal 10 April 2025, Catat di Kalendermu Sekarang Juga!

Sebagai informasi, BRI merupakan bank devisa yang pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2003. Hingga kini, BRI telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek London (LSE). BRI juga telah tercatat sebagai perusahaan publik yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat luas dan diperdagangkan di pasar modal.

eksplorbanten.com.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menetapkan Kamis, 10 April 2025 sebagai cum date pembagian dividen tunai untuk Tahun Buku 2024 di pasar reguler dan negosiasi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (24/03) di Jakarta.

Adapun, cum date atau cumulative date sendiri menjadi tanggal penentu bagi investor yang berhak memperoleh dividen. Pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

Dalam RUPST tersebut, disepakati bahwa total dividen tunai yang dibagikan untuk Tahun Buku 2024 sebesar-besarnya Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham. Angka ini termasuk dividen interim sebesar Rp135 per saham (setara Rp20,33 triliun) yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2025.

Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar-besarnya Rp31,40 triliun atau Rp208,40 per saham. Dari total dividen tersebut, BRI akan menyetorkan dividen kepada Pemerintah Republik Indonesia sebesar Rp27,68 triliun.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang solid dan struktur modal yang kuat.

“BRI mempertimbangkan berbagai aspek dalam menentukan besaran dividen, termasuk kebutuhan ekspansi bisnis, kecukupan likuiditas, dan manajemen risiko bank. Rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan pun diproyeksikan tetap terjaga di atas 19% dalam jangka panjang,” ujar Hendy.

Pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI per 31 Desember 2024, di mana secara konsolidasian laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp60,15 triliun.

Sebagai informasi, BRI merupakan bank devisa yang pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Oktober 2003. Hingga kini, BRI telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek London (LSE). BRI juga telah tercatat sebagai perusahaan publik yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat luas dan diperdagangkan di pasar modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *