Pengalaman Berbisnis di Bidang Penerbitan Anak
Setelah tujuh tahun bekerja di kantor, pada tahun 2007 saya memutuskan untuk berhenti dan membangun usaha di bidang layanan penerbitan. Usaha ini fokus pada penerbitan bahan bacaan untuk anak yang sedang berkembang pesat pada saat itu. Bisnis yang saya jalankan memang masih baru di Indonesia, sehingga diperlukan edukasi kepada seluruh stakeholder terkait dunia penerbit seperti penulis, ilustrator, editor, desainer, layouter, dan tentu saja penerbit.
Mungkin karena saya sudah mengenal beberapa penerbit sejak awal, tidak terlalu sulit untuk memulai. Saya cukup membuat janji temu, menawarkan konsep produk yang bisa dipasarkan dengan konten sesuai standar penerbitan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga hingga ke penerbit di Malaysia.
Pada tahun pertama bisnis berjalan lancar. Ratusan konsep bacaan anak yang ditawarkan dipesan oleh penerbit. Kantor yang awalnya berada di rumah pun harus pindah karena perlu tambahan personil, terutama untuk bagian administrasi dan finishing akhir.
Namun, setelah tiga tahun berjalan, ada beberapa tantangan yang muncul. Mungkin karena terlalu percaya pada orang lain, pembayaran mulai tersendat. Saat itu juga, pesaing mulai bermunculan. Sayangnya, pesaing tersebut hanya fokus pada bisnis semata dan datang seolah ingin merusak pasar. Akibatnya, bisnis saya harus ditutup pada tahun keempat, dan saya kembali menjalani karier mandiri.
Setelah lama menjalani karier mandiri, dua tahun terakhir saya kembali membangun bisnis. Kali ini, fokusnya adalah pengembangan bisnis pendidikan di bidang kepenulisan khusus bacaan anak. Dengan melihat pengalaman sebelumnya, saya tidak ingin buru-buru melakukan ekspansi. Saya memilih menjadi pebisnis pemula dengan benar-benar belajar dari nol. Saya ikut beberapa pelatihan bisnis, berjejaring dengan para pebisnis, dan terus membangun relasi. Terlebih dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Meski semua seolah tidak pasti, bukan berarti harus menyerah. Meskipun tidak mudah seperti yang dibayangkan, pasti ada banyak jalan menuju Mekah. Terlebih sekarang kamu bisa memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan hanya dengan smartphone.
Untuk menjalankan bisnis secara optimal, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dan dipahami. Saya menerapkan langkah-langkah ini sebelum dan setelah bisnis berjalan.
- Pahami Kondisi dan Kemampuan Kamu
Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum memulai bisnis adalah memahami kemampuan dan kondisi kamu saat ini. Terutama keadaan ekonomi dan kemampuan berbisnis kamu. - Berapa banyak aset yang kamu miliki?
- Berapa uang yang kamu punya?
-
Dari mana sumber pemasukan yang kamu miliki?
Pemahaman ini akan membantu kamu menentukan model bisnis yang sesuai. Selain itu, kamu juga dapat memperhitungkan berapa modal yang perlu dikeluarkan untuk memulai bisnis. Jangan sampai kamu berbisnis secara impulsif yang malah mengakibatkan kerugian. -
Pilih Jenis Usaha yang Sesuai
Saat ini banyak sekali jenis usaha yang bisa dilakukan hanya dengan modal yang sedikit, mulai dari berjualan sampai menawarkan jasa secara online. Akan tetapi, untuk memilih usaha yang tepat memerlukan riset yang mendalam serta disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan yang kamu miliki saat ini. - Jangan terburu-buru dalam menentukan bisnis yang akan dijalankan.
- Pastikan terlebih dahulu seberapa besar penguasaan kamu dalam bidang tersebut dan bagaimana peluang bisnis tersebut di masa depan?
-
Kamu bisa juga memilih bisnis berdasarkan hobi atau memaksimalkan peluang yang ada di sekitar.
-
Kelola Modal dengan Cermat
Punya modal sebesar apa pun kalau tidak dikelola dengan cermat, modal kamu bakal habis. Apalagi jika modal kamu terbatas. Pastikan setiap pengeluaran berdasarkan prioritas dan selalu tercatat. Agar lebih mudah mengaturnya, kategorikan modal sesuai dengan fungsi dan prioritasnya.
Secara umum, modal difungsikan untuk membeli bahan atau alat bisnis dan biaya operasional di awal, seperti bahan bakar, listrik, sewa tempat, hingga karyawan. Dengan memahami fungsinya, akan membantu kamu dalam merencanakan keuangan. -
Rencanakan Segala Sesuatu Secara Detail
Jangan lupa bikin rencana bisnis yang detil supaya usaha kamu bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari berapa modal harian, berapa pemasukan harian, berapa target pencapaian mingguan atau bulanan? Jika tidak tercapai apa yang akan dilakukan?
Jangan lupa juga rencanakan strategi pemasaran yang baik serta detail sehingga kamu dapat mendatangkan pelanggan. -
Manfaatkan Segala Sesuatu Secara Efektif
Usahakan memanfaatkan segala sesuatu secara efektif dan efisien. Hindari intensi untuk membeli. Pastikan ketika terjadi pembelian itu karena memang sangat dibutuhkan dan tidak ada alternatifnya.
Tidak hanya berbicara terkait barang, memanfaatkan situasi tertentu juga perlu dilakukan agar bisnis terys berkembang. Jangan lewatkan setiap kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan bisnis. -
Pelajari Ilmu Manajemen Dasar
Terlepas dari skala bisnis yang akan kamu jalankan, tetap saja kamu akan menjadi pemilik sekaligus founder bisnis yang sedang kamu jalankan, makanya penting sekali belajar ilmu manajemen dasar supaya skill manajerial kamu makin baik. -
Cari Rekan atau Tim yang Tepat
Saat ini banyak sekali jenis bisnis yang bisa dimulai secara mandiri tanpa perlu memiliki rekan ataupun tim. Akan tetapi, saat memiliki rekan dalam berbisnis akan membuka peluang untuk mendapatkan modal lebih besar, ide yang lebih beragam, dan bantuan tenaga tambahan.
Jika memang perlu rekan atau tim kerja, pastikan rekan atau tim yang kamu ajak memiliki kecocokan dengan kamu karena salah memilih rekan akan membuat bisnis tersendat. Oleh karena itu, pilihlah orang yang sudah kamu percaya dan memiliki kemampuan yang layak.
Selain 7 langkah di atas, masih banyak langkah-langkah lain yang perlu dijalan kan, tetapi paling tidak, 7 langkah di atas akan membuka peluang bisnis kamu lancar. Dengan 7 langkah di atas, kamu akan mampu menghadapi tantangan ke depan. Selamat berbisnis!











