Hari Prematur Sedunia: Kesadaran dan Perhatian yang Diperlukan
Tanggal 17 November diperingati sebagai Hari Prematur Sedunia, sebuah momen penting yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kondisi kelahiran prematur dan risiko-risikonya. Tahun ini, WHO mengangkat tema “Give preterm babies a strong start for a hopeful future”, yang menegaskan bahwa setiap bayi prematur berhak mendapatkan awal kehidupan yang adil dan layak.
Kelahiran prematur menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di bawah lima tahun. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami apa itu kelahiran prematur, penyebabnya, risiko yang terkait, serta cara mencegahnya.
Apa Itu Kelahiran Prematur?
Kelahiran prematur didefinisikan sebagai kondisi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Berdasarkan usia kehamilan, kelahiran prematur dibagi menjadi tiga kategori:
- Prematur ekstrem: Bayi lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu
- Sangat prematur: Bayi lahir antara 28 hingga 32 minggu
- Prematur sedang hingga akhir: Bayi lahir antara 32 hingga 37 minggu
Kondisi ini perlu diperhatikan karena organ-organ pada bayi prematur, seperti paru-paru dan otak, belum berkembang sempurna. Akibatnya, bayi prematur membutuhkan perawatan medis khusus agar dapat tumbuh sehat dan optimal.
Mengapa Kelahiran Prematur Bisa Terjadi?
Sebagian besar kasus kelahiran prematur terjadi secara spontan. Namun, dalam beberapa kasus, kelahiran prematur bisa disebabkan oleh faktor medis tertentu, seperti infeksi atau komplikasi kehamilan yang memaksa dokter melakukan induksi persalinan lebih awal atau operasi caesar demi keselamatan ibu dan bayi.
Meski penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mekanisme kelahiran prematur, beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko meliputi:
- Kehamilan kembar atau lebih
- Infeksi selama kehamilan
- Penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi
- Faktor genetik
- Malnutrisi pada ibu
Dalam banyak kasus, penyebab pasti tidak dapat diidentifikasi. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan dan mendapatkan perawatan prenatal yang memadai.
WHO Serukan Pencegahan Kelahiran Prematur
Mencegah kelahiran prematur dimulai dari kehamilan yang sehat. Pedoman perawatan antenatal WHO menekankan beberapa poin penting untuk mencegah kelahiran prematur, antara lain:
- Konseling gizi dan pola makan sehat
- Nutrisi optimal serta pencegahan penggunaan rokok dan zat berbahaya
- Pemeriksaan tumbuh kembang janin, termasuk USG awal untuk menentukan usia kehamilan dan mendeteksi kehamilan kembar
- Minimal 8 kali kunjungan ke tenaga kesehatan selama kehamilan, dimulai sebelum usia 12 minggu, untuk mendeteksi dan menangani faktor risiko seperti infeksi
Hari Prematur Sedunia adalah momen penting untuk mengingat bahwa setiap bayi, termasuk yang lahir prematur, berhak mendapatkan kesempatan hidup yang sehat. Melalui peningkatan kesadaran dan edukasi, harapan besar masyarakat dapat berkontribusi dalam mendukung kesehatan ibu hamil serta memberikan perhatian terbaik bagi bayi prematur.











