"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Freeport Harapkan Grasberg Kembali Beroperasi Penuh Tahun 2026

Perusahaan Berkomitmen Memulihkan Operasi Tambang Bawah Tanah

Freeport-McMoRan mengumumkan rencana untuk menjalankan operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) secara normal pada kuartal II 2026. Saat ini, perusahaan sedang mempercepat proses pemulihan setelah insiden longsor yang sempat menghentikan sebagian aktivitas produksi.

Presiden dan CEO Freeport, Kathleen Quirk, menyampaikan komitmennya dalam pernyataan resmi bahwa tim perusahaan berkomitmen untuk memulihkan produksi berskala besar dengan biaya rendah di Grasberg secara aman, efisien, dan bertanggung jawab. Ia juga menegaskan bahwa pelajaran dari insiden tragis baru-baru ini telah dimasukkan ke dalam rencana ke depan serta diterapkannya sejumlah inisiatif untuk mengatasi kondisi yang memicu insiden tersebut.

Pada 8 September 2025, tambang bawah tanah Grasberg Block Cave mengalami longsoran. Insiden ini menewarkan tujuh pekerja dan menyebabkan produksi terhenti selama hampir satu bulan. Pencarian korban berlangsung selama 27 hari sebelum perusahaan mulai memulihkan operasi secara bertahap.

Freeport Indonesia kembali memproduksi bijih dari tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone dan Big Gossan sejak akhir Oktober 2025. Kedua area tersebut tidak terdampak insiden dan menjadi tumpuan produksi sementara.

Quirk memperkirakan bahwa produksi tembaga dan emas PTFI pada 2026 tidak jauh berbeda dari proyeksi 2025. Selama tahun itu, PTFI menargetkan produksi sekitar 1 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas. Produksi diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2026 dan 2027. Untuk periode 2027 hingga 2029, rata-rata produksi tahunan ditargetkan mencapai 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas.

Quirk juga menambahkan bahwa perusahaan menjadwalkan konferensi bersama analis sekuritas hari ini pukul 10.00 waktu Eastern. Dalam agenda tersebut, manajemen akan memaparkan perkembangan penanganan insiden, rencana operasi ke depan, serta pembaruan bisnis global FCX. Siaran langsung dan materi presentasi tersedia melalui fcx.com, sementara rekamannya dapat diakses hingga 19 Desember 2025.

Evaluasi dan Izin Operasi oleh Kementerian ESDM

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan operasi penambangan konsentrat PT Freeport Indonesia kembali berjalan. Aktivitas produksi di blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan telah dibuka setelah sebelumnya dihentikan akibat longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses evaluasi dan menerbitkan izin operasi untuk dua lokasi tersebut. Meskipun longsor tidak berdampak langsung pada DMLZ dan Big Gossan, Freeport memilih menghentikan seluruh kegiatan demi keselamatan pekerja.

“Sekarang blok DMLZ dan Big Gossan sudah beroperasi,” kata Tri kepada wartawan di kompleks DPR, Kamis, 13 November 2025.

Menurut Tri, produksi dari dua tambang tersebut akan mengalir ke smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas pengolahan emas tersebut sempat kekurangan pasokan setelah seluruh kegiatan penambangan dihentikan.

Ia mengakui bahwa volume dari DMLZ dan Big Gossan belum mencukupi kebutuhan penuh smelter. Namun hal itu memberi angin segar bagi keberlanjutan program hilirisasi.

Data Produksi Tahun 2024

Freeport memproduksi bijih konsentrat rata-rata pada 2024 mencapai 208.356 ton per hari, mencakup tembaga, emas, dan perak. Adapun GBC merupakan kontributor terbesar dengan produksi konsentrat sekitar 133.800 ton per hari atau 64 persen dari total kapasitas. Sementara blok DMLZ memproduksi sekitar 64.900 ton per hari dan Big Gossan sekitar 8.000 ton per hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *