"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Emiten Hapsoro (RATU) Cetak Laba Rp 197 M, Pendapatan Turun 13% Kuartal 3

Laba Bersih PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Naik 28,1% pada Kuartal Ketiga 2025

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang merupakan emiten afiliasi suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 11,76 juta atau sekitar Rp 197,10 miliar hingga kuartal ketiga tahun 2025. Angka ini meningkat sebesar 28,1% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu US$ 9,18 juta atau sekitar Rp 153,85 miliar.

Meskipun demikian, pendapatan perusahaan mengalami penurunan sebesar 13% yoy menjadi US$ 37,61 juta atau sekitar Rp 630,09 miliar dari sebelumnya US$ 43,21 juta atau Rp 724,13 miliar. Pendapatan bersih RATU hanya berasal dari aktivitas lifting minyak dan gas dari pihak ketiga.

Beberapa aspek lain dalam laporan keuangan RATU juga menunjukkan perkembangan positif. Beban pokok pendapatan anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun menjadi US$ 19,14 juta dari US$ 28 juta hingga September 2025. Penurunan ini berdampak pada peningkatan laba bruto perseroan menjadi US$ 18,46 juta, naik dari US$ 15,21 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, jumlah aset RATU mencapai US$ 66,31 juta, liabilitas sebesar US$ 20,42 juta, dan ekuitas sebesar US$ 45,89 juta hingga September 2025. Di samping itu, Raharja Energi Cepu juga menempatkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk Obligasi Seri A dan Seri B dari Patriot Bond yang diterbitkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Seri A akan jatuh tempo pada 22 Oktober 2030, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 22 Oktober 2032. Kedua obligasi tersebut menawarkan kupon sebesar 2% per tahun.

Performa Saham RATU dalam Enam Bulan Terakhir

Di pasar modal, saham RATU telah melonjak hingga 70,85% dalam enam bulan terakhir dan melesat 36,07% dalam tiga bulan terakhir. Meski pendapatan bersihnya hanya berasal dari lifting minyak dan gas dari pihak ketiga, saham RATU sempat mencapai harga Rp 10.125 per saham pada 14 November 2025. Namun, pada perdagangan Selasa (18/11), sahamnya turun sebesar 5,93% menjadi Rp 9.525.

Strategi Ekspansi di Sektor Migas

Lebih lanjut, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tengah menjajaki kemungkinan akuisisi hak partisipasi atau participating interest (PI) blok migas selain Blok Kasuri di Papua Barat. Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, menyebutkan bahwa ada tiga kandidat potensial lainnya yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur. Namun, ia mengaku saat ini posisinya masih dalam proses negosiasi.

“Tapi posisinya masih proses ya, aku tidak mau over promise ke publik,” ujar Sumantri ketika dihubungi .co.id, Kamis (30/10).

Sebelumnya, Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi, menyampaikan bahwa Grup Rukun Raharja saat ini masih berada pada tahap negosiasi dengan sejumlah pihak terkait untuk rencana partisipasi di Blok Kasuri, salah satu blok gas potensial yang dikelola Genting Oil di Papua Barat. Ia menyebut akuisisi Blok Kasuri itu akan rampung akhir tahun ini.

“Pembicaraan dan kajian indikatif telah berjalan, dan diharapkan dalam 1–2 bulan ke depan dapat tercapai kesepakatan awal,” kata Djauhar dalam paparan publik secara virtual pada Selasa (28/10).

Menanggapi rencana itu, Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, menyampaikan proses akuisisi masih berjalan dan bersifat dinamis. Menurutnya penyelesaian akuisisi bergantung pada kesepakatan komersial dengan pihak terkait serta persetujuan pemerintah.

“Terus terang soal selesainya ini masih sangat dinamis,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *