Banjarnegara, 1 Desember 2025
Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia (TikTok Shop) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk mendukung program pemberdayaan UMKM lokal dari Kementerian UMKM ‘Juragan UMKM’. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih sebanyak 200 UMKM di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada tanggal 29 November 2026. Pelatihan fokus pada kemampuan membuat konten video yang mampu meningkatkan penjualan serta berkontribusi terhadap ekonomi digital melalui ‘Creators Lab’.
Nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2024 mencapai angka sangat tinggi, yaitu sekitar Rp 1.497 triliun, dan diproyeksikan naik drastis menjadi sekitar Rp 6.654 triliun pada 2030. Namun, data menunjukkan bahwa hanya 24,9% dari 64,2 juta UMKM di Indonesia yang terhubung secara digital hingga Juli 2024. Hal ini menunjukkan bahwa peluang kontribusi UMKM terhadap ekonomi digital masih sangat besar.
“Kolaborasi bersama mitra strategis seperti pemerintah merupakan langkah penting dalam memperluas akses UMKM ke platform digital,” kata Senior Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Vonny Ernita Susamto. “Lewat Creators Lab, kami memberikan keterampilan pembuatan konten video—baik short video maupun livestreaming—untuk mempercepat pertumbuhan bisnis UMKM.”
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Kementerian UMKM Republik Indonesia, Ari Hanindya Hartika, menambahkan bahwa UMKM berkontribusi sebesar 61,9% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia. Ia mengapresiasi komitmen Tokopedia dan TikTok Shop dalam mendukung program Juragan UMKM melalui Creators Lab. Menurutnya, keahlian dalam membuat video kreatif akan membantu pengusaha UMKM menjual produk dengan lebih mudah, sehingga dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi konsumen.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyatakan bahwa UMKM Banjarnegara kuat di sektor agrikultur, kuliner, dan kerajinan, tetapi jangkauan audiens melalui promosi digital belum dimaksimalkan. “Pelatihan dari Tokopedia dan TikTok Shop akan membantu UMKM mengomunikasikan produk dengan lebih menarik, sehingga meraih audiens yang lebih luas dan memberikan pengalaman belanja aman dan menyenangkan bagi konsumen masa kini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop juga menyerahkan bantuan kepada Bupati Banjarnegara berupa donasi dari pengguna Tokopedia, yang dihimpun melalui Rumah Zakat, untuk diberikan kepada korban bencana longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Donasi disalurkan dalam bentuk peralatan rumah tangga dan berbagai kebutuhan pokok dapur umum.
Peserta Creators Lab Melonjak Tiga Kali Lipat
Jumlah peserta Creators Lab pada kuartal III 2025 melonjak tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan tingginya relevansi Creators Lab terhadap dinamika masyarakat di era discovery e-commerce, di mana konten video memainkan peranan penting dalam mendorong keputusan belanja online.
Creators Lab yang diperkenalkan sejak tahun lalu telah memberdayakan hampir 3.000 partisipan dari berbagai wilayah dan latar belakang, termasuk ibu rumah tangga yang tergabung dalam UMKM binaan KemenPPPA RI, mahasiswa politeknik pariwisata, anggota komunitas Difabel Berdaya Solo, UMKM, dan lain-lain. Selain materi pembuatan konten video, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang prinsip afiliasi untuk memonetisasi konten video.
Salah satu peserta Creators Lab dari Padang, Pearly Nurhasnah, pemilik Lumina Pearl Gallery, mengatakan, “Lewat konten video, kami lebih mudah menjelaskan kelebihan brand dan produk, serta menghadirkan pengalaman belanja aman bagi pembeli. Selain jualan nyaman, penjualan di Tokopedia dan TikTok Shop bisa naik 200-350% dibandingkan sebelum membuat konten video.”
Peserta Creators Lab yang berlatar belakang UMKM juga menerima materi mengenai kekayaan intelektual (KI) agar bisa #JualanNyaman di Tokopedia dan TikTok Shop. Materi mencakup pemahaman tentang pelanggaran KI, seperti menggunakan foto/judul/deskripsi merek lain tanpa izin, serta risikonya, fitur yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi KI, hingga sosialisasi Pusat Perlindungan KI. Peserta juga diimbau menjadi penjual berstatus ‘Power Shop’ atau ‘Mall’ agar memiliki visibilitas dan kredibilitas lebih kuat.
Winda Muchni Lestari, pemilik Cemilanel, sekaligus peserta Creators Lab Banjarnegara, menyatakan, “Berkat TikTok Shop, saya bisa meraup omzet hingga miliaran rupiah dan memberdayakan 350 orang warga di desa tempat tinggal saya. Sekarang, lewat Creators Lab, wawasan saya semakin bertambah. Saya jadi paham pentingnya kekayaan intelektual, mulai dari penggunaan foto hingga deskripsi produk. Saya juga tertarik untuk meningkatkan status toko menjadi Power Shop atau Mall agar usaha saya terlihat lebih profesional dan makin dipercaya pembeli di Tokopedia dan TikTok Shop.”











