"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pemprov Jateng Meraih Penghargaan Kesehatan Terbaik dari Kolaborasi Speling

Penghargaan Kinerja Pemerintahan Daerah untuk Layanan Kesehatan Terbaik

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berhasil meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah. Penghargaan ini diberikan dalam kategori Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Terbaik pada tingkat provinsi dengan fiskal tinggi. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam Malam Penganugerahan Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (1/12/2025). Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media.

Kerja Kolaboratif Dinas Kesehatan

Luthfi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota se-Jateng. Program yang menjadi andalan adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang digagas oleh Luthfi sendiri. Melalui program ini, layanan kesehatan Pemprov Jateng mampu menjangkau masyarakat hingga ke seluruh desa di Jateng.

Sejak diluncurkan pada Maret hingga 30 November 2025, program Speling telah menjangkau 80.775 jiwa di 790 desa/kelurahan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. Mereka memanfaatkan layanan kesehatan yang mencakup skrining tuberkulosis (TBC), antenatal care (ANC) ibu hamil, kesehatan jiwa, tekanan darah, gula darah, periksa payudara klinis (sadanis), dan kanker serviks.

Integrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis

Dalam pelaksanaannya, program Speling Pemprov Jateng diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi pemerintah pusat. Strategi ini mendorong capaian CKG di Jateng hingga berhasil menyentuh 12,4 juta jiwa per 30 November 2025, tertinggi secara nasional.

Luthfi menjelaskan bahwa sebanyak 790 desa telah disasar oleh dokter-dokter spesialis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara gratis. Hal ini sesuai dengan program Presiden RI Prabowo Subianto untuk pelayanan kesehatan gratis.

Keterlibatan Rumah Sakit dan Dokter Spesialis

Untuk menyukseskan program Speling, Luthfi menggandeng sejumlah rumah sakit milik Pemprov Jateng dan kabupaten/kota, termasuk rumah sakit milik pemerintah pusat dan swasta yang ada di Jateng. Para dokter spesialis dari berbagai rumah sakit tersebut dikoordinasikan dan diberangkatkan bersama mobil Speling menuju desa-desa yang menjadi target program ini, khususnya yang berada di daerah terpencil.

Luthfi menegaskan bahwa program ini akan terus berputar sehingga tidak ada masyarakat desa terpencil yang tidak tersentuh oleh layanan kesehatan yang diberikan.

Pentingnya Sektor Kesehatan

Menurut Luthfi, sektor kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting untuk mereduksi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jateng. Oleh karena itu, ia akan terus meningkatkan program Speling karena dalam program ini terdapat transfer ilmu yang bermanfaat dari dokter spesialis kepada dokter-dokter umum di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Dasar Penilaian Kinerja Layanan Kesehatan

General Manager Pusat Data dan Analisis Tempo sekaligus perwakilan dewan juri dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah, Khairul Anam, menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih Pemprov Jateng telah dinilai berdasarkan data-data di lapangan. Data tersebut mencakup capaian CKG dengan bobot 30 persen, data Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) 20 persen, data Integrasi Layanan Primer (ILP) 20 persen, data pos pelayanan terpadu (posyandu) siklus hidup aktif 10 persen, data Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK) 10 persen, dan data kelengkapan alat kesehatan 10 persen.

Berdasarkan data yang diperoleh, Provinsi Jateng dinilai telah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan sebesar 87,49 persen, serta layanan CKG mencapai 96,91 persen. Selain itu, sebanyak 99,79 persen puskesmas memiliki otonomi pengelola keuangan dan menerapkan layanan primer terintegrasi berbasis kluster melebihi rata-rata 85,32 persen dan 90,91 persen.

“Data ini diambil atau di-support oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” kata Khairul.

Upaya Kemendagri dalam Memberikan Penghargaan

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa kegiatan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah (pemda) tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun. Penghargaan ini diberikan sebagai upaya membentuk iklim yang kompetitif dan memotivasi kinerja antardaerah.

“Kalau tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya kami berikan penghargaan dalam bentuk trofi dan sertifikat, saya berpikir ini tidak cukup. Tahun depan Kemendagri ada anggaran yang akan digunakan untuk pemberian reward (penghargaan),” ucap Tito.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *