"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Usaha Honda Terancam Gagal Naik ke Grup C Setelah Mir Umumkan Marini

Joan Mir Mengakui Kesalahan yang Menyebabkan Rekan Setimnya Keluar dari Balapan

Joan Mir, pembalap tim Honda, mengungkapkan penyesalannya atas kecelakaan yang menyebabkan rekan setimnya, Luca Marini, keluar dari balapan pendek di Sirkuit Riccardo Tormo, Sabtu (15/11/2025). Kecelakaan tersebut berdampak pada upaya Honda untuk naik dari konsesi Grup D, yang tampaknya sederhana, tetapi kini menjadi lebih rumit karena adanya hukuman Long Lap yang harus dijalani oleh Mir.

Honda memasuki akhir pekan ini dengan tugas yang terlihat mudah, yaitu meraih sembilan poin agar bisa naik ke konsesi Grup C. Namun, situasi tidak berjalan sesuai harapan sejak awal sprint race. Mir, yang awalnya menempati posisi ke-10, kehilangan posisinya di lap pertama dan tertinggal dari Marini, yang berada di urutan ke-13. Keduanya berada di luar perolehan poin saat juara MotoGP 2020 itu mencoba memperbaiki posisinya di awal lap kedua, namun ia terjatuh dan bersenggolan dengan rekan setimnya.

“Kami tidak pernah menginginkan hal seperti ini terjadi,” ujar Mir. “Saya meminta maaf kepada Marini dan juga kepada tim, karena ini bukan sesuatu yang biasa saya lakukan. Itu adalah kesalahan saya, tapi bukanlah tindakan yang gegabah.”

Pembalap independen LCR Honda, Johann Zarco, gagal menebus catatan waktu nol yang diraih oleh tim pabrikan dalam Sprint Race. Ia finis di luar perolehan poin, di posisi ke-10. Sementara itu, pembalap kedua LCR Honda, Somkiat Chantra, memiliki peluang besar untuk meraih poin pada Minggu, sedangkan Aleix Espargaro, sebagai pembalap pengembangan, tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan poin karena statusnya sebagai wildcard.

Semua situasi ini membuat tanggung jawab ada di tangan salah satu dari Mir, Marini, atau Zarco untuk mengumpulkan setidaknya poin dari posisi ketujuh dalam balapan terakhir tahun ini. Meskipun Mir merupakan kualifikasi terdepan dari ketiganya, peluangnya untuk melakukan hal itu telah terganggu oleh hukuman Long Lap.

Meski tekanannya tidak sebesar saat Mir meraih gelar juara dunia di sirkuit yang sama lima tahun lalu, situasi ini justru menambah ketegangan tak terduga bagi Honda. “Jika Anda bertanya kepada saya pada hari Kamis apakah akan ada masalah untuk mendapatkan sembilan poin, saya akan menjawab ‘mungkin tidak’,” katanya. “Tapi sekarang, saya harus melakukan balapan yang bagus besok untuk mencoba menghindari kehilangan konsesi.”

Akhir pekan ini, Honda mengalami lebih banyak masalah daripada yang mereka perkirakan. Mir sendiri dan rekan setimnya berjuang lebih keras dari yang mereka harapkan di trek ini. Itulah kenyataannya.

Baik para pembalap pabrikan maupun bos tim HRC, Alberto Puig, telah menyatakan dengan jelas tentang keinginan mereka untuk keluar dari konsesi Grup D, meskipun artinya mereka harus kehilangan kebebasan pengujian dan pengembangan.

Honda Tak Keberatan Kehilangan Konsesi Utama MotoGP

Razgatlioglu Berniat Beli Ban Baru dari Honda demi Perbaikan Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *