"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Rezeki Diding Boneng Dibantu Raffi Ahmad dengan Rp50 Juta Usai Rumah Warisan Ambruk

Kondisi Rumah Diding Boneng yang Ambruk

Rumah warisan orang tua aktor senior Diding Boneng, yang sudah berusia ratusan tahun, akhirnya ambruk dihantam angin dan hujan deras. Kejadian ini menimpa rumah yang terletak di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Kini, Diding Boneng harus menghadapi tantangan besar dalam merenovasi bangunan tersebut.

Bantuan dari Raffi Ahmad

Salah satu bantuan yang datang adalah dari presenter ternama Raffi Ahmad. Ia memberikan dana sebesar Rp50 juta untuk renovasi rumah Diding Boneng. Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan bangunan seperti batu dan kerikil untuk pondasi. Namun, Diding mengatakan bahwa uang tersebut sudah habis sepenuhnya.

“Raffi ngasih saya uang buat merenovasi ini,” kata Diding. “Kemarin saya dikasih Rp50 juta. Udah habis karena beli bahan-bahan ini (bangunan), batu-batu, kerikil, untuk pondasi segala macam.”

Diding juga menyampaikan harapannya agar Raffi Ahmad bisa menambahkan bantuan lagi. “Mungkin ya itu awalan ya, saya sih berharap dia nambahin lagi.”

Bantuan dari Warga dan Instansi Lain

Selain bantuan dari Raffi Ahmad, Diding Boneng juga menerima dukungan dari warga setempat. Mereka mengumpulkan dana melalui amal Jumat dan kas RW. Dana yang terkumpul mencapai Rp7 juta, yang kemudian digunakan untuk keperluan rumah dan renovasi.

“Awalnya kita sudah koordinasi sama Pak RW, jadi Pak RW sudah menyiapkan dana dari amal Jumat, amal Jumat itu yang kita kumpulan dari warga. Pak RW sudah menyiapkan dari situ lima juta, terus dari kas RW dua juta,” jelas Giman, ketua RT setempat.

Selain dari warga, bantuan juga datang dari Dinas Sosial (Dinsos). Mereka memberikan alas tidur dan sembako untuk Diding Boneng. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga melakukan kunjungan ke rumah Diding Boneng.

Kronologi Ambruknya Rumah

Atap rumah Diding Boneng ambruk dari bagian tengah hingga belakang, termasuk dapur dan kamar mandi. Hanya ruang tamu yang tersisa. Diding menjelaskan bahwa rumah ini merupakan warisan turun-temurun dari kakeknya, dengan usia bangunan yang diperkirakan mencapai satu abad.

“Saya lahir di sini. Tuan rumah ini sama saya. Jadi wajarlah kalau buat saya dia jatuh (roboh),” kata Diding. “Ini lebih dari mungkin 100 tahun. Saya ‘melek’ (lahir) saja rumah ini sudah ada. Kakek yang bangun awalnya, terus ke orang tua, turun ke saya.”

Setelah kejadian tersebut, Diding dan keluarganya tinggal di kantor RW yang difasilitasi oleh ketua warga sekitar. Ia juga mengungkapkan rasa bersalah kepada mendiang orangtuanya karena tidak bisa merawat rumah peninggalan tersebut dengan baik.

“Nah sekarang kan tinggal saya yang jalanin sendiri. Okelah gitu. Tapi dengan (kondisi) kayak gini, aduh saya merasa bersalah sama orang tua saya,” ujarnya.

Perjalanan Renovasi Rumah

Diding menjelaskan bahwa kerusakan rumahnya merembet dengan cepat dari bagian belakang hingga depan. Atap rumah ambruk secara tiba-tiba, membuat anaknya terpaksa lari ke tempat yang aman.

“Jadi ini awalnya ke belakang, kemudian ke depan. Kamar ini habis, enggak ada sisa. Jatuh bruk gitu,” ungkap Diding menggambarkan suara reruntuhan.

Rumah yang memiliki ukuran 10 meter x 25 meter ini menjadi tantangan besar bagi Diding. Ia menyebutkan bahwa jumlah kamar mencapai 4 hingga 5, sehingga proses perbaikan akan sangat melelahkan.

Penyikapan Terhadap Bantuan

Meski bantuan mulai berdatangan, Diding Boneng memilih untuk tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana atau barang bantuan. Ia menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada adik-adiknya.

“Saya yakin bantuan sudah ada, tapi saya enggak terima langsung. Itu urusan adik saya. Saya enggak mau tahu, biar adik saya yang urus,” ujar Diding.

Kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat banyaknya barang elektronik seperti televisi yang tertimpa reruntuhan, meski sebagian pakaian berhasil diselamatkan oleh tim PPSU dan Karang Taruna yang sigap membantu evakuasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *