Kritik Pedas terhadap Sal Priadi Usai Foto Bersama Sitok Srengenge
Seorang penyanyi populer Indonesia, Sal Priadi, yang dikenal dengan lagu “Gala Bunga Matahari”, kini tengah menghadapi kritikan keras dari warganet setelah foto bersamanya dengan sastrawan Sitok Srengenge beredar di media sosial. Reaksi publik muncul karena masa lalu Sitok Srengenge yang tidak bisa dilepaskan dari kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi pada tahun 2013.
Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Banyak netizen menyampaikan ketidakpuasan terhadap sikap Sal Priadi yang dinilai kurang sensitif terhadap latar belakang Sitok Srengenge. Sejumlah kritik pun muncul di akun media sosial Sal Priadi, memicu diskusi tentang bagaimana seseorang harus bersikap dalam situasi seperti ini.
Siapa Sitok Srengenge dan Apa yang Terjadi?
Sitok Srengenge adalah seorang sastrawan asal Indonesia yang memiliki pengaruh di dunia sastra. Pada November 2013, seorang mahasiswi Universitas Indonesia (UI) melaporkan Sitok ke Polda Metro Jaya atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Awalnya, korban dan Sitok bertemu dalam sebuah acara kampus korban pada tahun 2012. Dari pertemuan tersebut, hubungan antara mereka berkembang hingga terjalin hubungan intim.
Peristiwa penting terjadi di sebuah rumah kos di Jakarta Selatan yang berujung pada kehamilan korban. Korban menyebut bahwa ada unsur pemaksaan dan tipu muslihat dalam hubungan tersebut.
Penetapan sebagai Tersangka
Setelah melewati berbagai pemeriksaan dan pengumpulan bukti, Polda Metro Jaya menetapkan Sitok sebagai tersangka kasus perbuatan tidak menyenangkan pada Oktober 2014. Dalam proses ini, polisi memeriksa 11 saksi termasuk saksi ahli. Sitok dikenai beberapa pasal hukum, antara lain Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, Pasal 286 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kesusilaan, serta Pasal 294 tentang Pencabulan. Ancaman hukuman yang diberikan adalah lima tahun penjara.
Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, Sitok tidak ditahan. Penyelidikan dilanjutkan pada April 2015, saat korban kembali diperiksa oleh pihak kepolisian. Meski kasus ini belum dihentikan (SP3), hingga saat ini proses hukum tidak pernah mencapai putusan pengadilan.
Penjelasan Sal Priadi
Foto yang menunjukkan Sal Priadi bersama Sitok Srengenge kembali memicu perdebatan publik. Sal Priadi memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya di X (@salpriadi_) pada 31 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki maksud tertentu. Sal Priadi mengatakan bahwa ia hanya menjalin pertemanan dan berkunjung ke rumah anak Sitok, Laore Siwi Mentari.
“Ngasih konteks doang. Saya main ke rumah anaknya, masuk rumahnya ada bapak dan ibunya, ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” ujar Sal Priadi.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan atau membela perbuatan Sitok di masa lalu. Foto tersebut terjadi secara spontan tanpa ada niat khusus. Sal Priadi menyatakan bahwa dirinya jelas tidak mendukung tindakan Sitok. Ia juga menambahkan bahwa jika ada pihak yang melintir informasi, itu urusan mereka sendiri.
“Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto ya, thanks,” tutup Sal Priadi.











