"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Penjelasan Pertamina soal video viral: pemotor isi BBM Rp 30 ribu, tangki tetap kosong

Keluhan Pengendara Mengenai Pengisian BBM yang Tidak Berjalan Sesuai Harapan

Pagi di Jakarta seharusnya dimulai dengan tergesa-gesa, bukan dengan kekecewaan. Namun, sebuah video viral menggambarkan pengalaman buruk konsumen terkait layanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina dekat Senayan City, Jakarta.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun @ajumay dan dibagikan ulang oleh @agungmysquad pada Jumat (9/1/2026). Dalam rekaman berdurasi singkat itu, seorang pengendara motor merekam pengalamannya usai mengisi BBM. Nada suaranya meninggi, bukan tanpa sebab. Ia mengaku telah membayar, indikator pengisian berjalan, tetapi tangki motornya tetap kosong, sebuah situasi yang menurutnya berujung pada keterlambatan masuk kerja.

“Parah Pertamina, kalau mau cari duit jangan kayak gitu dong. Lokasinya di Pertamina dekat Senayan City. Parah, parah, parah. Kalau kayak gini gue jadi telat masuk kerja. Jadi merugikan orang lain,” ujar dia dalam video yang beredar menurut pantauan.

Pengisian yang Berujung Tanda Tanya



Melalui unggahan lanjutan, perekam menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, jam krusial bagi warga Jakarta yang berpacu dengan waktu. Ia mengisi BBM jenis Pertalite senilai Rp30.000 di SPBU yang berada tepat di belakang Senayan City.

“Gua enggak tahu itu kode swasta atau kode pemerintah dengan kode 34. Jadi tadi goa ngisi Rp 30.000, goa ngisi bensin Pertalite. Gua liat indikatornya jalan dari nol sampai Rp 30.000, udah selesai,” kata dia. Namun harapan sederhana (tangki terisi) tak terwujud. Ia membuka lubang tangki, memperlihatkan isinya yang masih kosong, seolah ingin memastikan bahwa kekecewaan ini nyata, bukan sekadar salah baca indikator.

“Tadi itu gua isi bensin Rp 30.000, tapi ini enggak keisi nih. Jarumnya juga enggak naik, kosong,” ujarnya. Menurutnya, nominal Rp30.000 biasanya cukup terlihat hasilnya. Kali ini, indikator memang bergerak, tetapi BBM diduga tidak pernah benar-benar mengalir.

“Biasanya kan kalau isi Rp 30.000 pasti keisi. Ini enggak. Kacau nih,” katanya.

Harapan Beralih ke CCTV

Video tersebut juga merekam dialog antara konsumen dan dua petugas SPBU berseragam hitam dengan garis putih dan logo Pertamina. Perekam menegaskan bahwa meski indikator dispenser berjalan, tangki motornya tetap kosong.

“Awalnya beli pertama itu pakai debit, ini saya bayar pakai cash,” ujar dia kepada petugas yang memegang selembar kertas. Seorang petugas perempuan juga tampak terlibat dalam percakapan. Ia meminta agar kejadian tersebut diverifikasi melalui kamera pengawas, sebuah permintaan yang mencerminkan satu hal, yakni keinginan sederhana untuk didengar dan dibuktikan.

“Saya bayar pakai cash, Mbak. Kalau misalnya nanti Mbak enggak percaya, nanti Mbak bisa cek CCTV. Tadi saya ngisi Rp 30.000, tapi indikatornya sudah jalan,” kata dia.

Pertamina Buka Suara

Menanggapi viralnya video tersebut, Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, memberikan klarifikasi. Ia menyebut insiden terjadi di SPBU 34.10206.

“Berdasarkan pengecekan dan laporan atas kejadian di SPBU 34.10206, dapat disampaikan bahwa kejadian murni merupakan kelalaian yang dilakukan tidak sengaja oleh operator SPBU,” kata Susanto saat dihubungi, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Susanto, operator tidak menjalankan prosedur standar pengisian BBM. “Operator secara tidak sadar belum menyalakan pompa nozzle dan tidak melakukan pengecekan ulang di display pompa dispenser di akhir pengisian,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, Pertamina memberikan teguran keras kepada pengelola SPBU, sementara operator yang bersangkutan menerima peringatan.

SPBU juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen dan melakukan pengisian ulang sesuai nominal pembelian. “Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat berterima kasih atas laporan melalui media sosial terkait pelayanan di SPBU 34.10206,” kata Susanto. Ia menegaskan komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Masyarakat yang mengalami kejadian serupa atau ingin menyampaikan masukan dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *