"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Benarkah Blender Menghilangkan Nutrisi MPASI? Ini Fakta Sebenarnya

Pentingnya Tekstur MPASI untuk Bayi

Saat bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), Mama harus memperhatikan tekstur yang sesuai dengan usia si Kecil. Di awal masa MPASI, bayi biasanya diberikan makanan yang bertekstur lembut seperti bubur atau puree. Salah satu cara untuk mendapatkan tekstur yang halus adalah dengan memblender makanan tersebut.

Namun, ada informasi yang menyebutkan bahwa memblender MPASI bisa membuat nutrisinya hilang. Apakah benar? Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut penjelasannya.

Benarkah Memblender MPASI Bisa Menghilangkan Nutrisinya?

Menentukan tekstur MPASI yang tepat sesuai usia sangat penting. Di awal MPASI, bayi diberikan makanan yang bertekstur lembut. Salah satu cara untuk mendapatkan tekstur tersebut adalah dengan memblender. Namun, apakah memblender bisa merusak nutrisi?

Berdasarkan informasi dari dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A di akun Instagram @dr.aguswijata, tidak benar jika nutrisi MPASI rusak karena panas pisau blender. Panas dari pisau blender tidak cukup untuk merusak zat gizi dalam makanan. Justru, kesalahan dalam cara memasak seperti direbus terlalu lama atau air rebusannya dibuang bisa mengurangi kandungan nutrisi.

Menggunakan blender, food grinder, atau food processor aman untuk menyiapkan MPASI. Tidak ada aturan wajib bahwa MPASI harus disaring dan tidak boleh diblender. Yang perlu diperhatikan adalah tekstur makanan yang terlalu halus terus-menerus bisa membuat bayi sulit naik tekstur.

Mengapa Naik Tekstur MPASI Penting bagi Bayi?

Naiknya tekstur MPASI sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori bayi seiring pertumbuhannya. Semakin besar usia bayi, semakin tinggi kebutuhan kalorinya. Namun, pertambahan ukuran lambung mereka relatif lambat.

Selain itu, latihan mengunyah secara bertahap juga membantu melatih kemampuan oromotor bayi. Salah satu penyebab keterlambatan bicara pada bayi adalah kurangnya latihan oromotor.

Tekstur MPASI Usia 6-8 Bulan

Pada usia 6-8 bulan, tekstur MPASI yang diberikan harus mudah dihaluskan oleh lidah dan langit-langit mulut bayi. Contohnya adalah bubur atau puree buah dan sayuran. Makanan dengan tekstur sedikit lebih keras tetapi masih bisa terurai menjadi potongan kecil juga bisa diberikan, seperti ubi kukus, alpukat, atau pisang.

Di tahap ini, bayi juga mulai belajar mengonsumsi makanan yang teksturnya cukup keras dan padat, seperti mangga. Ketiga tekstur ini membantu meningkatkan keterampilan motorik mulut dan toleransi sensorik bayi terhadap berbagai tekstur makanan.

Tekstur MPASI Usia 9-12 Bulan

Pada usia 9-12 bulan, kemampuan mengunyah bayi sudah berkembang. Oleh karena itu, tekstur makanan bisa ditingkatkan. Bayi dapat diperkenalkan dengan makanan lunak yang dicincang kasar, dipotong dadu, atau dicincang halus.

Jika Mama memberi bubur atau puree, tidak perlu lagi diblender dan disaring. Cukup dihancurkan dengan sendok atau alat masher. Makanan yang bisa diberikan antara lain keju, sayuran yang dimasak (wortel, labu, kentang, ubi jalar), buah potong, dan sereal gandum.

Jika ingin memberi buah, berikan dalam bentuk potongan yang lebih besar. Hal ini membantu melatih kemampuan mengunyah bayi.

Kesimpulan

Tidak benar bahwa memblender MPASI bisa menghilangkan nutrisinya. Yang bisa mengurangi nutrisi adalah cara memasak yang salah. Dengan memperhatikan tekstur dan metode pengolahan yang tepat, Mama bisa memastikan MPASI tetap bergizi dan cocok untuk perkembangan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *