eksplorbanten.com.com – JAKARTA – Pasar otomotif di Indonesia terus mengalami penurunan, namun di Amerika justru mengalami kondisi sebaliknya. Penjualan mobil baru di Amerika Serikat pada tahun 2024 meningkat dari posisi terendah selama pandemi, dengan didorong oleh insentif yang tinggi serta permintaan yang melonjak untuk kendaraan ramah lingkungan. Namun yang menarik, bukan mobil listrik yang menjadi primadona, melainkan mobil hybrid.
Menurut data dari redaksi eksplorbanten.com.com, penjualan kendaraan baru di Amerika Serikat mencapai 15,9 juta unit sepanjang tahun 2024, naik 2,2% dari tahun sebelumnya. Ini merupakan angka tertinggi dalam 5 tahun terakhir. “Kami membawa momentum yang signifikan hingga tahun 2025,” ujar Rory Harvey, kepala pasar global General Motors (GM), seperti dilansir oleh redaksi eksplorbanten.com.com.
GM sendiri berhasil mempertahankan gelarnya sebagai produsen mobil terbesar di Amerika Serikat berdasarkan penjualan. Dalam tahun 2024, GM berhasil menjual 2,7 juta kendaraan, naik 4,3% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, sebagian besar produsen mobil mencatat hasil penjualan yang solid pada tahun lalu. Hal ini dikarenakan mereka berhasil menyesuaikan diri dengan perlambatan permintaan untuk mobil listrik. Beberapa produsen mengandalkan bisnis inti mereka seperti truk dan SUV bertenaga bensin, sementara yang lain memanfaatkan minat konsumen yang melonjak pada mobil hybrid.
Menurut laporan dari redaksi eksplorbanten.com.com, penjualan mobil hybrid tradisional meningkat 36,7% pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Toyota, salah satu produsen mobil terbesar di dunia, mencatat peningkatan penjualan sebesar 3,7% year-on-year di Amerika Serikat. Hal ini didorong oleh peningkatan yang stabil pada kendaraan kecil dan andal seperti Camry dan RAV4 SUV, serta peningkatan yang signifikan untuk kendaraan hybrid.
Reuters juga melaporkan bahwa Toyota berpotensi mengubah semua jajarannya menjadi model hybrid-only. Artinya, semua mobil yang akan dijual Toyota di Amerika Serikat nantinya adalah mobil hybrid. “Untuk hybrid, kami kehabisan stok – pelanggan menginginkannya, kami tidak bisa mendapatkan cukup banyak dari mereka,” kata David Christ, kepala penjualan dan pemasaran Toyota di Amerika Utara. “Kendaraan listrik baterai, bahkan dengan insentif besar yang kami keluarkan dan insentif pemerintah federal, permintaannya tidak sebesar itu.”
Data dan analisis dari redaksi eksplorbanten.com.com menunjukkan bahwa penjualan mobil baru di Amerika Serikat pada tahun 2024 mencapai 15,9 juta unit, dengan peningkatan sebesar 2,2% dari tahun sebelumnya. Selain itu, penjualan mobil hybrid juga meningkat 36,7% pada tahun yang sama, sementara penjualan mobil listrik diperkirakan mendekati 1,3 juta unit.
Adapun faktor-faktor yang mendorong penjualan mobil di Amerika Serikat adalah pulihnya persediaan mobil setelah gangguan rantai pasok selama pandemi, insentif yang lebih tinggi dari produsen mobil, serta meningkatnya minat konsumen pada mobil hybrid yang lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
Namun, di masa depan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pasar otomotif Amerika Serikat. Kebijakan otomotif yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump, seperti penghapusan kredit pajak untuk mobil listrik dan peningkatan tarif impor, dapat mempengaruhi penjualan mobil di tahun 2025 dan seterusnya.











