"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Siswi SMP Tersedak Jarum Saat Berhijab

Kecelakaan Tidak Terduga Saat Menggunakan Hijab

Seorang siswi SMP berinisial PHD (13 tahun) mengalami kejadian tidak terduga saat hendak memakai kerudung. Ia tak sengaja menelan jarum pentul yang biasanya digunakan untuk menyematkan kain agar tidak mudah lepas. Kejadian ini terjadi di Dusun Nyalindung, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Bagaimana Kejadian Tersebut Terjadi?

PHD sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah pada Rabu (30/1/2026) pagi. Saat itu, ia mencoba memakai kerudung dan secara tidak sengaja menelan jarum pentul. Jarum tersebut memiliki ujung tajam dan kepala bulat, biasanya terbuat dari logam atau plastik. Biasanya digunakan untuk menjahit kain seperti kerudung atau jilbab.

Setelah kejadian, PHD segera dirujuk ke RSUD Umar Wirahadikusumah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, jarum pentul tersebut tidak tersangkut di organ tubuh korban. Tim medis melakukan observasi dan radiologi terhadap remaja tersebut.

Proses Pengobatan dan Edukasi Medis

Humas RSUD Umar Wirahadikusumah, Iman Budiman, menjelaskan bahwa setelah hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa posisi jarum pentul sudah berada di saluran pencernaan bagian bawah, PHD diperbolehkan pulang ke rumah. Meski jarum belum keluar dari tubuh pasien, posisinya dianggap aman.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi medis bagi keluarga pasien. Pasien diminta untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan yang berserat agar BAB lancar dan jarum pentul bisa keluar melalui usus. Selain itu, pihak rumah sakit juga memberikan edukasi tentang penggunaan jarum pentul saat berhijab.

Bahaya Menggigit Jarum Pentul

Menurut dokter spesialis paru, dr. Povi Pada Indarta, Sp.P (K)-ONK., FISR dari RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, kebiasaan menggigit jarum pentul saat memakai hijab masih sering dilakukan oleh sebagian orang. Tanpa disadari, hal ini bisa berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Dr. Povi pernah menangani kasus tertelannya jarum pentul yang masuk ke saluran napas dan harus dikeluarkan dengan operasi atau bronkoskopi. Ia menjelaskan bahwa benda asing seperti jarum bisa tersangkut di trakea atau bronkus, menyebabkan kondisi medis serius jika tidak segera ditangani.

Risiko Jika Jarum Masuk ke Paru-Paru

Jika jarum pentul masuk ke paru-paru, risikonya sangat berbahaya. Beberapa efek yang bisa terjadi antara lain:

  • Sesak napas
  • Batuk berdarah
  • Infeksi paru (pneumonia)
  • Penyempitan saluran napas
  • Kolaps paru (pneumotoraks)

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Batuk mendadak, sering, dan tidak berhenti
  • Sesak napas atau napas berbunyi (mengi)
  • Nyeri dada saat bernapas
  • Demam setelah beberapa hari (tanda infeksi)

Jika mengalami gejala tersebut setelah merasa menelan atau menghirup benda kecil seperti jarum, segera ke fasilitas medis terdekat.

Tips Aman dari Dokter Paru

Dr. Povi menyarankan agar tidak membiasakan memegang atau menggigit jarum pentul dengan mulut. Alternatif yang lebih aman seperti peniti khusus hijab atau klip magnetik bisa digunakan. Selain itu, jarum pentul sebaiknya jauh dari anak-anak dan tempat umum yang rawan terjatuh atau tertelan.

Jika jarum hilang atau dicurigai masuk ke tubuh, segera periksa ke dokter, jangan tunggu gejala muncul. Dr. Povi menekankan pentingnya edukasi tentang hal ini, terutama kepada remaja dan pengguna hijab pemula.

Kesimpulan

Keselamatan dimulai dari kebiasaan kecil yang benar. Jarum pentul yang tampak sepele bisa membawa seseorang ke meja operasi. Lebih baik mencegah sejak awal. Mari lebih waspada dalam penggunaan jarum pentul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *