eksplorbanten.com.com – CEO Meta Mark Zuckerberg kembali mencuri perhatian publik dengan pernyataan kontroversialnya. Dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Joe Rogan, Zuckerberg mengungkap beberapa pernyataan yang dianggap “nyeleneh”.
Pertama, Zuckerberg mengkritisi saingan besarnya, Apple, dengan menyebut bahwa perusahaan tersebut “belum menciptakan sesuatu yang hebat dalam beberapa waktu terakhir”. Ini bukan kali pertama Zuckerberg mengkritisi Apple, namun ia juga blak-blakan menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan seharusnya lebih banyak mengadopsi budaya “energi maskulin”.
Zuckerberg bahkan menuduh Apple hanya “diam saja” setelah kesuksesan iPhone, yang menurutnya tidak mengalami banyak inovasi dalam 20 tahun terakhir. Menurutnya, setiap generasi iPhone tidak mengalami peningkatan yang signifikan, dan biaya App Store Apple yang mencapai 15 hingga 30 persen dianggap sebagai bentuk pemerasan yang dirasakan oleh para pengembang.
Selain itu, Meta juga baru-baru ini mengganti fitur pemeriksa fakta dengan “catatan komunitas” yang dianggap sebagai langkah untuk meningkatkan kebebasan berbicara. Namun, langkah ini juga menuai kritik karena dianggap sebagai bentuk “macho” dari Zuckerberg dalam memimpin perusahaan. Bahkan, CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyebut bahwa para pemimpin teknologi besar seperti Zuckerberg dan CEO Apple, Tim Cook, kini berpura-pura menjadi Republik untuk mendapatkan dukungan dari pemerintahan baru.
Tidak hanya itu, Meta juga baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru yang dianggap sebagai langkah “macho” dari Zuckerberg, seperti memaksa penghapusan tampon di toilet pria di kantor perusahaan. Hal ini membuat Zuckerberg diserang oleh warganet, termasuk Sweeney yang mengkritik para pemimpin teknologi besar yang berusaha memanfaatkan hubungan dengan pemerintahan baru.











