eksplorbanten.com.com – Seorang direktur NASA telah membagikan pesan yang sangat penting setelah muncul informasi bahwa benda langit dan asteroid dapat menghantam Planet Bumi dalam 10 tahun ke depan. Asteroid tersebut bernama 2024 YR4 dan ditemukan oleh Sistem Peringatan Terakhir Dampak Terestrial Asteroid NASA. Hal ini dilaporkan oleh LiveScience dan asteroid tersebut berada di puncak Tabel Risiko Sentry NASA dan Daftar Risiko Dampak NEO (objek dekat Bumi) Badan Antariksa Eropa.
Dengan lebar sekitar 196 kaki (60 meter) dan jarak saat ini sekitar 27 juta mil, asteroid tersebut dapat menyebabkan dampak besar jika menabrak Bumi. Namun, menurut NASA, kemungkinan terbesar tabrakan akan terjadi pada tanggal 22 Desember 2032.
Astronom amatir Tony Dunn membagikan simulasi asteroid yang mendekat di media sosial. Hal yang sama juga diungkapkan oleh David Rankin, insinyur Catalina Sky Survey dan pemburu asteroid. Ia mengatakan kepada Space.com bahwa orang-orang tidak perlu khawatir karena kemungkinan dampak asteroid tersebut masih sangat rendah. Kemungkinan yang paling mungkin adalah asteroid tersebut hanya akan melintas tanpa mengenai Bumi.
Rankin juga menambahkan bahwa “koridor risiko” yang dimungkinkan asteroid tersebut menghantam Bumi membentang melalui Amerika Selatan, melintasi Atlantik, dan menuju Afrika sub-Sahara. Namun, ia menekankan bahwa orbit asteroid tersebut masih belum pasti dan kemungkinan besar hanya akan meleset dari Bumi.
Ia juga menambahkan bahwa perkiraan koridor tabrakan tersebut dapat berubah dengan adanya pengamatan baru dan perhitungan orbit yang lebih akurat. Di tempat lain, bahan penyusun kehidupan telah ditemukan dalam sampel yang dikumpulkan dari sebuah asteroid dan misteri tentang badai debu besar di Mars juga dapat terpecahkan.











