Pembangunan Akses Tol Jakarta-Tangerang KM 25 Siap Beroperasi Akhir Tahun 2025
Warga di wilayah Curug dan Bitung, Kabupaten Tangerang, kini memiliki kabar gembira. Pembangunan akses tol langsung antara Jakarta dan Tangerang di KM 25 dipastikan akan selesai dan siap beroperasi pada akhir tahun 2025. Proyek ini dilakukan oleh Paramount Land dengan investasi di atas Rp 250 miliar.
Akses tol yang dibangun mencakup pengerjaan akses gerbang tol dari Jakarta ke Paramount Petals dan Jalan Pasir Randu, serta dari Paramount Petals ke Jakarta. Dengan adanya akses ini, konektivitas wilayah Paramount Petals akan meningkat signifikan.
Cok Putra Tri Utama, Direktur Eksekutif Project Management Paramount Land, menjelaskan bahwa kehadiran akses tol ini tidak hanya membuka jalur baru, tetapi juga sangat bermanfaat untuk mobilisasi warga dan masyarakat dari Jakarta ke Paramount Petals maupun sebaliknya ke berbagai destinasi penting seperti Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta.
Data Jasamarga menunjukkan jumlah kendaraan yang keluar melalui gerbang tol Bitung I mencapai 19.000 kendaraan per hari dan gerbang tol Bitung II sebanyak 20.000 kendaraan per hari. Akses tol menuju Jalan Pasir Randu diperkirakan dapat mengurangi beban kepadatan kendaraan di arteri Bitung hingga 10–15%.
Pada September 2025, progres pembangunan akses tol telah mencapai 80% dan memasuki tahap finishing. Target penyelesaian proyek pada akhir tahun akan disusul pengajuan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO) untuk memastikan akses tol memenuhi standar konstruksi, fasilitas, administrasi, dan manajemen lalu lintas sebelum beroperasi untuk umum.
Manfaat Akses Tol Baru
Kehadiran pintu tol baru ini dinilai bukan sekadar menambah jalur keluar-masuk, tetapi menjadi katalis yang mempercepat mobilitas, memperluas peluang ekonomi, dan mengurangi beban kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
Salah satu manfaat paling langsung terasa adalah berkurangnya kepadatan di jalur arteri Bitung. Akses baru ini mengalihkan sebagian arus kendaraan yang sebelumnya menumpuk di jalan utama, sehingga distribusi lalu lintas menjadi lebih merata. Hasilnya, perjalanan harian warga menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain itu, keterbukaan akses mendorong arus distribusi barang dan jasa yang lebih lancar. Pelaku usaha, termasuk UMKM, mendapat keuntungan dari waktu tempuh yang lebih singkat dan biaya logistik yang lebih ringan. Kawasan yang sebelumnya dinilai kurang strategis kini berubah menjadi wilayah dengan nilai ekonomi yang meningkat.
Dampak berikutnya terlihat dari potensi tumbuhnya peluang kerja baru. Dengan aksesibilitas yang membaik, kawasan sekitar pintu tol diperkirakan semakin ramai oleh kehadiran tenant, retail, pusat kuliner, hingga jasa transportasi.
Akses ini juga mempercepat hubungan antara Tangerang, Serpong, hingga wilayah barat Jakarta. Mobilitas antarwilayah menjadi lebih mudah, menciptakan integrasi ekonomi yang lebih kuat dan mendukung pengembangan kawasan permukiman maupun industri.
Pengembangan Kawasan Paramount Petals
Dari sisi pasar, peningkatan konektivitas lewat akses tol eksklusif tersebut menjadi katalis positif bagi nilai properti di Paramount Petals. Ferry John, Sales & Marketing Associate Director Paramount Land, menyampaikan bahwa eksposur kota langsung meningkat sejak pengembangan ini diumumkan.
“Kehadiran akses tol KM 25 jelas memaksimalkan potensi investasi. Nilai penjualan properti kami tumbuh signifikan dan diperkirakan terus naik hingga akses tersebut beroperasi penuh. Dampak ekonomi juga mulai terasa dengan banyaknya tenant ternama yang membuka bisnis di kawasan,” ujarnya.
Paramount Petals kini menjadi salah satu kota mandiri paling diminati di barat Jakarta berkat lokasi strategis di segitiga emas Tangerang Raya, perencanaan kota jangka panjang, serta rekam jejak Paramount Land yang sukses membangun Paramount Gading Serpong.
Seri produk komersial dan hunian di Paramount Petals pun mendapat sambutan luar biasa. Setelah Calico Square beroperasi, ruko Calico Grande telah terjual habis dan masuk tahap konstruksi. Ruko Gardenia Square serta hunian premium Lily juga laris dalam waktu singkat, memperkuat daya tarik Paramount Petals sebagai kawasan baru yang terus berkembang pesat.
Infrastruktur Kota yang Komprehensif
Direktur Eksekutif Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fase paling krusial dalam pengembangan kota berskala besar seperti Paramount Petals.
“Paramount Petals dikembangkan dalam skala kota, sehingga pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara intensif sejak awal. Kami membangun jaringan fisik kota dari ruang terbuka hijau, jalur sepeda, jogging track, fasilitas keamanan, hingga infrastruktur bawah tanah yang mencakup kabel optik, listrik, air bersih, serta kolam retensi untuk mitigasi banjir,” jelas Henry.
Seiring progres pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 yang kini memasuki tahap finishing, Paramount Petals juga menghadirkan berbagai fasilitas untuk menghidupkan kawasan.











