Profil Johnson Wen, Pria yang Menyerang Ariana Grande di Premiere Wicked: For Good
Johnson Wen kini menjadi sorotan publik setelah aksinya menyerang Ariana Grande saat premiere film Wicked: For Good di Singapura. Aksi tersebut tidak hanya membuat Grande terguncang, tetapi juga memicu kegaduhan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa sebenarnya pria ini.
Johnson Wen, seorang pria Australia berusia 26 tahun, dikenal dengan nama panggung “Pyjama Man” di media sosial. Ia memiliki lebih dari 11.000 pengikut di Instagram dan sering membagikan video-video aksinya menerobos acara-acara besar. Di akun Instagramnya, ia menyebut diri sebagai “Troll Most Hated” dan menggambarkan Ariana Grande sebagai “the Queen”. Meski mengaku sebagai penggemar berat, aksinya justru membahayakan sang artis dan membuatnya ketakutan.
Pada hari kejadian, kamera merekam saat Wen melompati pagar pembatas dan menyerbu Grande saat ia sedang menyapa para penggemar. Beberapa saat setelah itu, ia mengunggah video aksinya di Instagram dengan caption:
“Dear Ariana Grande Thank You for letting me Jump on the Yellow Carpet with You.”
Unggahan tersebut mendapat kecaman luas dari publik dan fans Grande. Tidak hanya itu, aksi Wen bukanlah yang pertama kali. Ia memiliki rekam jejak panjang melakukan tindakan nekat, seperti menerobos konser The Weeknd dan The Chainsmokers, berlari ke tengah lapangan pada final FIFA Women’s World Cup 2023, hingga mencoba menginvasi lintasan pada ajang Olimpiade Paris 2024.
Aksi Wen terus berlanjut pada Juni 2025 ketika ia naik ke panggung konser Katy Perry di Sydney. Ia merangkul penyanyi tersebut sebelum akhirnya diamankan oleh petugas keamanan dan ditarik turun dari panggung. Dalam wawancara dengan 9News setelah kejadian itu, Wen mengaku berniat berhenti melakukan aksi-aksi tersebut karena terlalu banyak masalah yang ditimbulkan. Namun, fakta menunjukkan bahwa ia kembali mengulangi perilaku yang sama.
Pada Kamis (13/11/2025), Wen kembali melancarkan aksinya ketika para pemain Wicked: For Good sedang berjalan di karpet kuning Universal Studios Singapore. Tanpa peringatan, ia melompati barikade dan berlari ke arah Ariana Grande. Ia merangkul bahu sang penyanyi sambil mencoba berpose, membuat Grande panik dan berusaha menjauh. Beruntung, Cynthia Erivo cepat bergerak memasang badan untuk melindungi Grande, sementara petugas keamanan menarik Wen pergi.
Grande yang terlihat shock mengatakan kepada rekan-rekannya, “Aku baik-baik saja,” seperti dikutip The New Zealand Herald. Setelah kejadian di premiere Wicked: For Good, Wen sempat menulis di Instagram bahwa ia telah bebas setelah ditangkap. Namun, informasi resmi menyebutkan bahwa pada 14 November, ia didakwa oleh pengadilan Singapura atas tuduhan mengganggu ketertiban umum.
Jika terbukti bersalah, hukuman yang dapat diterimanya meliputi denda hingga $1.500, kurungan hingga tiga bulan atau kedua-duanya. Wen mengaku akan mengajukan diri sebagai terdakwa yang bersalah dan dijadwalkan hadir kembali di pengadilan pada 17 November. Kasus ini menambah panjang daftar konsekuensi hukum yang ia hadapi dari aksi-aksinya sebelumnya.
Dalam banyak sisi, profil Johnson Wen menggambarkan seseorang yang membangun identitas daring melalui tindakan ekstrem dan pelanggaran aturan. Meski mengaku penggemar Ariana Grande, aksinya di Singapura justru membahayakan idola yang ia puja.











