"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Wajib Catat! SOFA Rilis 2 Tanggal Kunci: ‘Record Date’ RUPSLB 25 Nov dan Target Divestasi Furnitur Q1 2026

Perubahan Besar di PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA)

PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) akhirnya secara terbuka mengonfirmasi rencana transformasi bisnis yang total. Dalam jawaban resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen perusahaan mengakui sedang mengevaluasi untuk “membuang” bisnis intinya saat ini. Perusahaan bersiap melakukan divestasi atas bisnis furnitur dan memutar haluan 180 derajat untuk fokus penuh pada sektor energi terbarukan.

Langkah drastis ini merupakan bagian dari rencana besar pengendali baru perusahaan, PT Asia Investment Capital (AIC), yang mengambil alih SOFA beberapa waktu lalu. Berikut adalah dua langkah utama yang akan dilakukan oleh SOFA dalam proses transformasinya:

Divestasi Bisnis Inti (Furnitur)

Manajemen SOFA menyatakan bahwa, “Perseroan sedang mengevaluasi kemungkinan untuk melakukan divestasi atas bisnis furnitur”. Jika rencana ini berjalan mulus, SOFA secara tentatif menargetkan proses divestasi ini dapat dieksekusi pada kuartal I tahun 2026. Proses ini akan menjadi salah satu titik penting dalam transformasi bisnis perusahaan.

Fokus Penuh ke Energi Terbarukan

SOFA menegaskan bahwa jika kajian keekonomian di bisnis energi dinyatakan layak, “Perseroan akan melakukan divestasi atas bisnis furniture dan akan berfokus pada kegiatan usaha di bidang energi”. Bidang energi yang dituju pun spesifik, yakni energi terbarukan. Nantinya, SOFA akan bertindak sebagai perusahaan holding, dan kegiatan usaha energi akan dijalankan melalui anak perusahaan, yaitu PT Pratama Satya Prima (PSP). PSP bahkan telah melakukan penambahan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) di bidang energi.

Agenda Krusial bagi Investor

Bagi pemegang saham SOFA, ada dua agenda korporasi besar yang berjalan paralel dan wajib dicermati:

1. Agenda RUPSLB (Bagi yang Ingin Ikut)

Transformasi besar ini tentu akan membutuhkan persetujuan pemegang saham. Untuk itu, SOFA telah mengumumkan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 18 Desember 2025. Bagi investor, tanggal yang paling krusial adalah Record Date. Ini adalah tanggal “tiket” atau ‘cut-off’ untuk menentukan siapa yang berhak hadir dan memberikan suara dalam RUPSLB.

Record Date RUPSLB SOFA ditetapkan pada: Selasa, 25 November 2025.

2. Agenda Tender Offer (Bagi yang Ingin Keluar)

Bagi investor yang tidak ingin ikut dalam bisnis baru energi terbarukan, pengendali baru (AIC) wajib menyediakan “pintu keluar”. Ini disebut Penawaran Tender Wajib (Tender Offer), di mana pengendali wajib membeli saham milik investor publik di harga yang telah ditentukan. Manajemen SOFA mengkonfirmasi bahwa dokumen tender wajib ini telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 29 Oktober 2025 dan saat ini sedang menunggu persetujuan.

Persiapan Finansial dan Tantangan Masa Depan

Sebagai catatan positif, perusahaan juga membersihkan neracanya menjelang transformasi ini. Utang bank ke PT Bank Panin Tbk telah dilunasi lunas sebelum proses pengambilalihan. Saat ini, rencana bisnis energi baru tersebut masih dalam tahap awal, yakni terbatas pada peraturan perundang-undangan dan mencari mitra strategis.

Catatan Penting

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, berdasarkan data publik dari Bursa Efek Indonesia. Analisis ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dan menjadi tanggung jawab pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *