"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Investor BRMS Minta Dividen, Manajemen Akui Laba Masih Negatif

Alasan Perusahaan Tidak Bisa Membagikan Dividen

Dalam acara Public Expose Tahunan yang diadakan oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada 5 November 2025, dua isu utama yang menjadi perhatian investor adalah rencana pembagian dividen dan target produksi ke depan. Salah satu investor ritel, Novitri, menanyakan langsung mengenai rencana pembagian dividen tersebut.

Manajemen BRMS mengakui bahwa perusahaan ingin membagikan dividen untuk memberikan keuntungan kepada para pemegang saham. Namun, ada faktor teknis yang menghalangi hal tersebut. Faktor krusialnya adalah Saldo Laba atau Retained Earnings.

Saldo Laba adalah akumulasi laba bersih dari tahun-tahun sebelumnya yang belum dibagikan sebagai dividen. Jika Saldo Laba negatif, artinya kerugian masa lalu belum tertutup oleh laba saat ini. Dalam situasi seperti ini, perusahaan secara hukum dilarang membagikan dividen. Hal ini diatur dalam Peraturan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007.

Manajemen BRMS menjelaskan bahwa saat ini Saldo Laba perusahaan masih negatif. Oleh karena itu, mereka tidak dapat membagikan dividen sampai Saldo Laba tersebut berada dalam kondisi positif.

Proyeksi Produksi Emas yang Agresif

Meski belum bisa membagikan dividen, manajemen BRMS memaparkan proyeksi produksi emas yang sangat agresif. Salah satu pemicu utamanya adalah dimulainya operasi tambang bawah tanah di Palu, tepatnya di Blok 1 Poboya. Operasi tambang bawah tanah ini akan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2027.

Perbedaan kualitas bijih antara tambang terbuka dan tambang bawah tanah menjadi alasan utama peningkatan produksi. Kadar emas dari tambang terbuka saat ini rata-rata hanya 1,5 g/t (gram per ton), sedangkan kadar emas dari tambang bawah tanah yang akan beroperasi pada 2027 diperkirakan mencapai 3,5 g/t hingga 4,9 g/t. Artinya, kadar emas dari tambang baru ini akan 2,5 hingga 3 kali lipat lebih tinggi dari tambang yang saat ini dieksploitasi.

Target Produksi Emas yang Melonjak

Berkat proyek tambang bawah tanah ini, BRMS memproyeksikan lonjakan signifikan dalam target produksi emas. Target produksi 2024 adalah 64.000 troy ounce. Berikut proyeksi produksi ke depan:

  • Tahun 2025: 68.000 – 71.000 troy ounce
  • Tahun 2026: Sekitar 80.000 troy ounce
  • Tahun 2027-2028: 90.000 – 160.000 troy ounce

Target produksi hingga 160.000 troy ounce pada 2028, yang merupakan kenaikan 100% dari target 2026, sangat bergantung pada kesuksesan tambang bawah tanah tersebut. Selain itu, proyek ini akan didukung oleh pengeboran di Gorontalo dan pengembangan di Aceh. Pendanaan untuk proyek-proyek ini berasal dari pinjaman sindikasi bank yang sedang dalam proses.



Proyeksi produksi emas BRMS menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar. Namun, perlu dicatat bahwa semua proyeksi ini adalah pernyataan forward-looking dari manajemen perusahaan. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dan menjadi tanggung jawab pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *