Temuan BBPOM Bali: Enam Produk Makanan Mengandung Bahan Berbahaya di Pasar Kreneng
Menjelang perayaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada hari ini, Rabu 19 November 2025, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan enam produk makanan yang mengandung bahan berbahaya di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali. Penemuan ini dilakukan setelah tim BBPOM melakukan pemeriksaan terhadap berbagai jenis produk makanan yang banyak diminati oleh masyarakat menjelang perayaan.
Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, menjelaskan bahwa dari 22 sampel yang diambil, sebanyak 10 produk positif mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil merah, sedangkan delapan produk lainnya ditemukan mengandung formalin. Sementara itu, dua sampel lainnya juga diperiksa untuk memastikan keberadaan boraks dan metanil yellow.
Jenis Produk yang Diperiksa
Beberapa produk yang dipilih sebagai sampel antara lain:
– Terasi lombok, jajan kukus, jaja begina, arum manis, biji pink daluman, dan ragam jajan Bali yang digunakan untuk keperluan upakara.
– Cumi, teri medan, dan sudang lepet yang diperiksa untuk kandungan formalin.
– Krupuk untuk memeriksa adanya boraks.
– Roti kukus untuk memeriksa keberadaan metanil yellow.
Penyaringan sampel dilakukan berdasarkan kecurigaan tim BBPOM terhadap tampilan kondisi produk dan kemasannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada enam produk yang tidak layak dikonsumsi karena mengandung bahan berbahaya.
Deteksi Formalin dan Rhodamin B
Dari enam produk tersebut, tiga di antaranya ditemukan mengandung formalin dengan kadar mencapai 13,5 persen. Produk-produk tersebut adalah teri medan, cumi kering, dan cumi basah. Sementara itu, tiga produk lainnya positif mengandung rhodamin B, yaitu terasi lombok dan dua jenis terasi lainnya yang tidak memiliki izin edar.
Hasil pengujian rhodamin B ditunjukkan melalui reaksi kimia dalam tabung reaksi. Saat cairan putih dicampurkan, terbentuk lingkaran cincin pink di ujung permukaan, yang menunjukkan keberadaan bahan berbahaya tersebut.
Tindakan yang Dilakukan BBPOM
Menanggapi temuan ini, Kepala BBPOM Denpasar menyatakan akan meminta para pedagang yang menjual produk tersebut untuk menghentikan penjualannya dan mengembalikan barang ke penyedia. Meskipun enam produk tersebut tidak disita, BBPOM memilih untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang agar tidak mengulangi kesalahan serupa.
I Gusti Ayu Adhi juga mengimbau masyarakat Bali untuk lebih teliti dalam membeli produk, terutama menjelang perayaan Galungan dan Kuningan. Ia menyarankan untuk memeriksa kondisi higienis produk, kebersihan lingkungan, serta kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.
Peran Pasar Kreneng
Kepala Pasar Unit Pasar Kreneng Denpasar, I Gusti Ngurah Arya Kusuma, menyatakan bahwa pihak pasar akan mengikuti arahan BBPOM dengan menegur para pedagang dan mengawasi agar produk berbahaya tersebut tidak kembali diedarkan. Ia menegaskan bahwa jika ditemukan kembali, pedagang akan diberi peringatan lanjutan.
“Biasanya kami diajak kucing-kucingan seperti sekarang, pedagang yang ditemukan itu sudah tutup tapi besok kami akan turun mengawasinya,” tambahnya.











