"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Mengukur Aksi Galang Dana INET & RISE untuk Ekspansi



JAKARTA – Kondisi ekonomi yang semakin membaik dan era pelonggaran moneter memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan aksi rights issue. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan pengembangan usaha. Salah satu contohnya adalah PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) yang mengumumkan rencana rights issue senilai maksimal Rp3,2 triliun. Sementara itu, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) berencana menerbitkan 1,33 miliar saham baru.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, probabilitas saham baru yang diterbitkan akan terserap pasar sangat bergantung pada beberapa faktor. Hal ini termasuk fundamental perusahaan, valuasi, sektor bisnis, serta tujuan dari rights issue tersebut.

“Karena pelaku pasar dan investor cenderung selektif dalam menyerap rights issue, terutama dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan. Jika tujuannya adalah ekspansi, seberapa cepat perusahaan dapat menghasilkan pendapatan dari ekspansi tersebut, serta apakah hal tersebut memberikan dampak positif terhadap perusahaan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi yang stabil menjadi katalis positif bagi emiten yang melakukan ekspansi. Namun, Nico melihat bahwa ketidakpastian global tetap menjadi hal yang wajar terjadi setiap tahun. Yang pasti, rencana pemerintah dalam RAPBN 2026 cenderung lebih ekspansif, sehingga ada kemungkinan besar bagi ekonomi untuk pulih meskipun tidak sepenuhnya mulus.

Dalam konteks penyerapan saham baru dari rights issue, situasi ekonomi di tahun depan membuat pelaku pasar dan investor lebih berhati-hati. Mereka juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi masa pemulihan ekonomi.

“Setiap sektor akan memiliki dampak pemulihan yang berbeda. Sektor yang sejalan dengan rencana pemerintah tahun depan tentu akan lebih diuntungkan. Selain itu, regulasi pemerintah juga memengaruhi kebijakan perusahaan dalam melakukan ekspansi,” tambahnya.

Sementara itu, Angga Septianus, Community and Retail Equity Analyst Lead PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), menilai bahwa peluang rights issue yang dilakukan sejumlah emiten pada akhir 2025 cukup baik, selama ada kejelasan penggunaan dana dan dukungan dari pemegang saham utama.

“Faktor ini biasanya menjadi penentu utama keberhasilan. Pulihnya IHSG membantu minat investor, namun pasar tetap selektif pada emiten dengan fundamental dan rencana bisnis yang jelas,” ujar Angga.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menembus rekor all time high (ATH) dan arus dana asing yang masuk ke pasar saham membuat risk appetite investor meningkat. Setelah sepanjang awal tahun pasar cenderung berhati-hati, kini suasana mulai berubah.

Rencana Penggunaan Dana Rights Issue

INET berencana menggunakan dana rights issue untuk mempercepat ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH) berkecepatan tinggi dengan teknologi Wi-Fi 7. Sebanyak Rp2,8 triliun akan dialokasikan ke anak usaha, PT Garuda Prima Internetindo (GPI) untuk menggaet dua juta pelanggan baru di Bali dan Lombok.

Selanjutnya, dana rights issue juga akan dialokasikan untuk anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) sebesar Rp213,44 miliar untuk melunasi biaya sewa jaringan kabel bawah laut (IRU) ke PT Jejaring Mitra Persada (JMP). Kemudian, sebesar Rp135 miliar akan dialokasikan ke PT Internet Anak Bangsa (IAB) untuk modal kerja pembangunan FTTH di Pulau Jawa.

Sisa dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan layanan, pembelian perangkat, pemasaran, pelatihan, dan biaya overhead lainnya.

Sementara itu, dana hasil rights issue Jaya Sukses Makmur Sentosa akan digunakan untuk pengembangan usaha baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak dan/atau perusahaan asosiasi.

Perinciannya, pengembangan usaha tersebut antara lain proyek Tanrise City Bandung, Tanrise City Sidoarjo, Kawasan Industri di Banjarbaru Kalimantan, dan Kawasan Resor Taman Dayu. Selain itu, sebagian dana rights issue juga akan dialokasikan sebagai modal kerja dan melunasi pinjaman perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *