"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Gonta-ganti Skincare Bisa Sebabkan Jerawat, Ini Penjelasan Dokter

JAKARTA,

Tren Penggunaan Skincare yang Meningkat

Kebiasaan mencoba berbagai produk skincare semakin marak. Banyak orang mengikuti rekomendasi dari influencer, tergoda oleh produk viral, atau bahkan melakukan eksperimen untuk menemukan produk yang cocok dengan kulit mereka. Namun, kebiasaan gonta-ganti skincare tanpa pemahaman yang cukup dapat berisiko bagi kesehatan kulit. Selain hasilnya tidak maksimal, kebiasaan ini juga bisa memicu masalah baru seperti beruntusan, jerawat, iritasi, dan reaksi alergi.

Keamanan Produk Skincare

Menurut dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV., produk skincare yang beredar di pasaran pada dasarnya telah melalui regulasi dan dinyatakan aman secara umum. Ia menjelaskan bahwa produk-produk yang dikategorikan sebagai skincare atau kosmetik harus sesuai dengan aturan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Meskipun begitu, keamanan dari sisi regulasi tidak selalu berarti cocok untuk semua jenis kulit.

Dalam praktik sehari-hari, dr. Dhana sering menemukan kasus pasien mengalami efek samping meski hanya menggunakan produk skincare dasar. “Ya tapi memang tidak dipungkiri dalam praktik sehari-hari, kita menemukan malah menggunakan produk-produk skincare yang basic ini aja bisa ada efek samping gitu, misalnya menjadi berjerawat,” ujarnya.

Risiko Efek Samping dari Penggunaan Skincare

Risiko efek samping bisa muncul dalam berbagai bentuk. Selain berjerawat, dr. Dhana menyoroti bahwa risiko efek samping juga dapat meningkat karena banyak orang belum benar-benar memahami kandungan di dalam produk yang mereka gunakan. Tidak semua bahan cocok untuk semua orang, terlebih jika produk digunakan tanpa mengetahui kecocokannya dengan kondisi dan sensitivitas kulit masing-masing.

Akibatnya, kulit bisa mengalami reaksi yang makin kompleks, mulai dari beruntusan, produksi minyak berlebih, hingga peradangan. “Ya misalnya kita memilih facial wash atau moisturizer yang tidak pas atau tidak sesuai dengan tipe kulit kita,” ungkap dr. Dhana. “Misalnya kita tipe kulitnya berminyak gitu, tapi kita pakai moisturizer yang terlalu oily, atau face wash yang memang untuk tipe kulit kering contohnya, nah itu kan akhirnya bisa tambah beruntusan atau jerawatan.”

Reaksi Kulit yang Berbeda-Beda

Ia menekankan bahwa reaksi kulit terhadap produk skincare tidak bisa disamakan antara satu orang dan orang lainnya. Faktor genetik, kondisi dasar kulit, sensitivitas, hingga kekuatan skin barrier membuat respons kulit sangat bervariasi meskipun menggunakan produk yang sama. “Kalau ada orang yang alergi spesifik terhadap kandungan skincare yang ada, itu kan enggak bisa ditebak karena setiap orang berbeda-beda,” tuturnya.

Inilah sebabnya ada orang yang merasa cocok dengan suatu produk, sedangkan orang lain justru mengalami breakout, kemerahan, atau iritasi setelah menggunakannya.

Bijak dalam Menggunakan Skincare

Meski menyimpan risiko, bukan berarti seseorang sama sekali tidak boleh mengganti produk skincare. Namun, prosesnya perlu dilakukan dengan lebih terarah dan tidak terburu-buru. Mengganti terlalu banyak produk dalam waktu singkat dapat membuat kulit “kaget” dan kehilangan kemampuan beradaptasi dengan kandungan baru.

Selain itu, memahami jenis dan kondisi kulit sebelum mencoba produk baru menjadi langkah penting agar risiko efek samping dapat diminimalkan. Sebagai langkah paling aman, dr. Dhana menyarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kulit, terutama bagi mereka yang sering mengalami reaksi negatif setelah mencoba berbagai produk. “Sebenarnya paling mudah memang konsultasi sama dokter,” saran dr. Dhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *