"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Profil Ferry Irwandi, YouTuber yang Kumpulkan Donasi Rp10,3 M dalam Sehari untuk Banjir Sumatera

Kepedulian Ferry Irwandi terhadap Bencana Alam di Sumatera

Ferry Irwandi, seorang YouTuber dan aktivis asal Jambi, menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap korban bencana alam di Sumatera. Ia berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp10 miliar dalam waktu satu hari melalui laman Kitabisa untuk bantuan para korban banjir bandang dan tanah longsor. Donasi ini akan digunakan sebagai bentuk dukungan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Profil Ferry Irwandi

Ferry Irwandi dikenal sebagai pembuat konten, selebriti internet, dan aktivis yang aktif dalam menyampaikan isu-isu politik, pendidikan, filsafat, hingga fenomena sosial. Ia lahir di Jambi pada 16 Desember 1991, sehingga genap berusia 34 tahun pada 16 Desember 2025. Ferry adalah putra dari pasangan perantau Minangkabau asal Payakumbuh. Ayahnya merupakan seorang dosen, sedangkan ibunya bekerja sebagai karyawan.

Kehidupan Pribadi

Ferry Irwandi menikah dengan Muthia Nadhira pada tahun 2015. Pasangan ini telah dikaruniai dua anak. Muthia Nadhira, yang merupakan lulusan magister dari Central Queensland University, saat ini sibuk sebagai ibu rumah tangga, pembuat konten, sekaligus penyanyi.

Pendidikan dan Karier

Ferry Irwandi menunjukkan ketertarikan pada dunia seni seperti teater dan film sejak SMP. Meski begitu, ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Selama kuliah, ia aktif dalam klub teater dan grup film SCENE. Ia juga sempat bermusik dan pernah mengikuti festival band di Jambi.

Setelah lulus, Ferry Irwandi bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di bagian hubungan masyarakat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai videografer. Namun setelah 10 tahun berkarier, ia mengundurkan diri pada November 2022. Keputusan ini diambil karena ia ingin lebih bebas dari rutinitas kerja sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia memilih menjadi kreator konten yang memberinya lebih banyak fleksibilitas dan kebebasan ekspresi.

Ferry Irwandi mulai aktif di YouTube sejak 2010. Ia mengisi kanal YouTubenya dengan berbagai topik edukasi, termasuk politik, keuangan, filsafat, dan isu sosial. Nama Ferry Irwandi meroket salah satunya lewat konten filsafat stoikisme pada 2017. Konten tersebut menjadikannya dikenal luas dan membawa pengaruh bagi pemahaman filsafat tersebut di kalangan generasi muda.

Aktivis Populer

Ferry Irwandi dikenal sebagai sosok yang vokal dalam banyak hal. Salah satu hal yang ia soroti adalah transparansi dan etika dalam dunia digital. Ia pernah melaporkan influencer yang mempromosikan judi online. Di samping itu, ia aktif menyoroti praktik-praktik tidak etis seperti fake giveaway dan klaim penghasilan palsu dari konten kreator lain.

Kepedulian dan sikap kritis Ferry Irwandi tersebut mengantarkan dirinya menjadi seorang aktivis. Ia terbilang kritis dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena melihat berbagai kebijakan dan situasi justru berlawanan dengan janji saat kampanye. Ferry Irwandi menyoroti meningkatnya keterlibatan militer dalam urusan sipil, dari pengelolaan pangan hingga orkestrasi informasi digital, yang menurutnya mengancam demokrasi dan tatanan sipil yang sehat.

Malaka Project

Bersama kreator konten dan aktivis lainnya, Ferry Irwandi menginisiasi Malaka Project. Malaka Project adalah sebuah platform edukasi digital yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda Indonesia dengan merombak kerangka berpikir mereka agar lebih mengutamakan logika, empati, dan pandangan ilmiah.

Misi utama Malaka Project adalah mendorong masyarakat agar lebih menghargai pendekatan logis dan ilmiah, mendukung keberagaman dan inklusi, serta mendorong kreativitas dan inovasi. Melalui inisiatif edukatifnya, platform ini mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk berpikir kritis dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.

Malaka Project memiliki berbagai program dan kegiatan, termasuk diskusi panel, podcast, dan acara langsung, yang melibatkan tokoh-tokoh muda dari berbagai latar belakang seperti akademisi, musisi, dan profesional di bidang lainnya. Saat ini, Malaka Project sedang dalam proses membangun perguruan tinggi atau Institut Malaka, bukan mendirikan kampus secara harfiah, melainkan sebuah “kampus rakyat” yang murah, terbuka, dan berbasis rakyat. Perguruan tinggi ini akan menjadi pusat pendidikan alternatif dengan kurikulum yang menggabungkan teori kritis, praktik pertanian, seni, dan studi gender, serta akan menampung pengajar dari berbagai latar belakang, termasuk seniman, petani, dan aktivis sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *