"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Tantangan demi tantangan sektor ESDM menuju ketahanan energi



JAKARTA — Swasembada energi menjadi salah satu agenda utama yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto selama masa pemerintahannya. Dengan sumber daya alam yang melimpah, pemerintah Indonesia optimis mampu mencapai target swasembada energi.

Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencatat berbagai capaian dalam sektor energi, termasuk subsektor minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batu bara (minerba), serta energi baru dan terbarukan (EBT). Semua subsektor ini memiliki visi untuk membangun ketahanan energi nasional.

Dalam acara BIG Conference 2025 bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” di Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan beberapa inisiatif penting untuk mewujudkan swasembada energi di tengah tantangan geopolitik global.

Target Produksi Minyak

Bahlil mengatakan bahwa peningkatan produksi minyak atau lifting menjadi fokus utama dari pihaknya. Target lifting minyak pada tahun ini adalah 605.000 barel per hari (bph), yang akan terus ditingkatkan hingga mencapai 1 juta bph pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengubah skema lelang wilayah kerja (WK) migas dari sebelumnya bertahap menjadi serentak mulai tahun ini. Lebih dari 70 WK migas siap dilelang mulai tahun ini.

Strategi Peningkatan Produksi

Selain itu, Bahlil menekankan pentingnya eksplorasi dan pengembangan sumur minyak. Ia menyebutkan bahwa sekitar 70 cekungan akan ditawarkan dalam lelang. Selain itu, ia juga meminta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sudah merencanakan pengembangan (plan of development/POD) segera melakukan konstruksi. Jika tidak, proyek bisa dibatalkan.

Pihaknya juga akan memaksimalkan penggunaan sumur tua (idle) dengan mengajak PT Pertamina dan KKKS lain untuk bekerja sama dalam menggarap sumur tersebut. Data Kementerian ESDM menyebutkan bahwa saat ini ada 2.500 sumur idle yang akan direaktivasi melalui skema kemitraan.

Realisasi Produksi Minyak

Produksi minyak bumi pada Januari—Oktober 2025 mencapai 605.500 bph, melebihi target APBN 2025 sebesar 605.000 bph. Ini merupakan pertama kalinya sejak 2008, lifting minyak Indonesia berhasil mencapai target bahkan melebihi.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Capaian lain yang dicatat oleh sektor ESDM adalah realisasi PNBP. Hingga November 2025, Kementerian ESDM mencatat realisasi PNBP sebesar Rp210,90 triliun, atau 82,87% dari target APBN 2025 sebesar Rp254,49 triliun.

Subsektor minerba menjadi penyumbang PNBP terbesar, yaitu sebesar Rp114,55 triliun, disusul oleh subsektor migas (Rp85,89 triliun), panas bumi (Rp1,78 triliun), dan subsektor lainnya (Rp8,68 triliun).

Pengembangan EBT

Sebagai bagian dari komitmen terhadap Kesepakatan Paris, pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) juga mendapat perhatian besar. Bauran EBT dalam campuran energi nasional mencapai 16,23% pada semester I/2025, meningkat hampir 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah juga meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang dinobatkan sebagai RUPTL paling hijau. RUPTL ini mencakup pembangkit listrik dengan total kapasitas 69,5 GW, di mana 61% adalah pembangkit EBT.

Program B40 dan B50

Di sektor bahan bakar, pemerintah menerapkan program B40, yaitu campuran biodiesel 40%. Sejak Januari—September 2025, realisasi B40 mencapai 10,57 juta kiloliter (kl) dengan penghematan devisa sebesar Rp93,43 triliun.

Bahlil menargetkan penerapan B50 pada semester II/2026, yang akan mengurangi impor solar. Ia berharap B50 dapat menggantikan hampir setengah kebutuhan solar.

Regulasi untuk Masyarakat

Pemerintah juga memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, memberi akses bagi BUMD, koperasi, UMKM, dan ormas keagamaan untuk mengelola tambang minerba dan sumur minyak rakyat.

Regulasi ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *