"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

BSI Bantu Danantara Bangun Hunian Layak Percepat Pemulihan Aceh

BSI Berkontribusi dalam Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Langkah ini menjadi bagian dari upaya sinergi antar BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang dilakukan melalui kerja sama lintas pihak, termasuk peran penting BSI. Pada tahap awal pemulihan infrastruktur hunian ini, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap pertama. Hal ini menunjukkan kehadiran BSI sebagai pelaku utama dalam mendukung kebutuhan logistik dan pembiayaan pembangunan Huntara.

Peran Strategis BSI dalam Pemulihan

Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI mengambil peran strategis dalam pendanaan dan pemenuhan kebutuhan logistik. Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan Huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya,” ujarnya dalam rilis yang dikirimkan.

Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas, dengan BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun.

Fasilitas yang Memadai untuk Masyarakat

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa keterlibatan BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit kembali. “Hunian Sementara (Huntara) ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal. Sesuai arahan Danantara, kami memastikan hunian ini memenuhi standar ‘Layak’—artinya tidak sekadar memberikan atap, tetapi memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga bisa kembali produktif,” ujarnya.

Setiap unit Huntara dirancang dengan konsep modular untuk kecepatan dan kualitas, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti listrik gratis, akses air bersih, drainase yang baik, hingga konektivitas Wi-Fi gratis untuk mendukung akses informasi dan ekonomi digital warga. Fasilitas ini penting agar pemulihan tidak hanya fisik, tapi juga sosial dan ekonomi.

Komitmen Berkelanjutan BSI di Aceh

Partisipasi dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 140 ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, serta menyediakan layanan trauma healing di zona anak. Dari sisi operasional perbankan, BSI memastikan seluruh layanan di Aceh telah beroperasi normal per 30 Desember 2025.

Selain itu, BSI proaktif menjalankan program restrukturisasi pembiayaan untuk meringankan beban nasabah yang terdampak bencana. Secara nasional, Danantara Indonesia bersama BP BUMN menargetkan penyelesaian 600 unit Huntara pada 8 Januari 2026, dengan target jangka menengah sebanyak 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan. BSI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga masyarakat Aceh benar-benar pulih.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *