Daftar Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2026
Pada awal tahun 2026, daftar orang terkaya di Indonesia yang dirilis oleh Forbes masih menunjukkan stabilitas dengan sedikit perubahan dibandingkan sebelumnya. Dalam daftar Real Time Billionaires List versi Forbes, sepuluh tokoh terkaya di Indonesia tetap mempertahankan posisi mereka. Berikut adalah rincian lengkap mengenai para pengusaha kaya raya tersebut.
Lima Besar Orang Terkaya di Indonesia
Lima besar orang terkaya di Indonesia masih dikuasai oleh para tokoh yang telah lama menjadi bagian dari daftar ini. Mereka antara lain:
- Prajogo Pangestu
- Profil: Pendiri PT Barito Pacific (perusahaan petrokimia)
- Kelahiran: Bengkayang, Kalimantan Barat
-
Nilai kekayaan:
- 39 miliar dollar AS atau sekitar Rp 656 triliun per 22 Desember 2025
- 38,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 649 triliun per 1 Januari 2026
-
Low Tuck Kwong
- Profil: Pendiri perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources
- Kelahiran: Singapura
-
Nilai kekayaan:
- 22,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 379 triliun per 22 Desember 2025
- 22,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 370 triliun per 1 Januari 2026
-
Robert Budi Hartono
- Profil: Pemilik BCA dan pendiri Djarum
- Kelahiran: –
-
Nilai kekayaan:
- 21,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 362 triliun per 22 Desember 2025
- 21,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 358 triliun per 1 Januari 2026
-
Michael Hartono
- Profil: Pemilik BCA dan pendiri Djarum
- Kelahiran: Kudus, Jawa Tengah
-
Nilai kekayaan:
- 20,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 348 triliun per 22 Desember 2025
- 20,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 345 triliun per 1 Januari 2026
-
Sri Dato Tahir
- Profil: Pendiri Grup Mayapada yang bergerak di bidang kesehatan, real estate, dan perbankan
- Kelahiran: Surabaya, Jawa Timur
- Nilai kekayaan:
- 10,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 181 triliun per 22 Desember 2025
- 10,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 180 triliun per 1 Januari 2026
Daftar Selengkapnya Orang Terkaya di Indonesia
Berikut adalah lima orang terkaya di Indonesia yang masuk dalam daftar Real Time Billionaires List versi Forbes pada awal tahun 2026:
- Haryanto Tjiptodiharjo
- Profil: Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk
- Kelahiran: Jember, Jawa Timur
-
Nilai kekayaan:
- 8,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 137 triliun per 22 Desember 2025
- 8,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 148 triliun per 1 Januari 2026
-
Otto Toto Sugiri
- Profil: CEO sekaligus pendiri PT DCI Indonesia Tbk (pusat data Tier IV)
- Kelahiran: Bandung, Jawa Barat
-
Nilai kekayaan:
- 10,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 171 triliun per 22 Desember 2025
- 8,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 145 triliun per 1 Januari 2026
-
Sri Prakash Lohia
- Profil: Pendiri perusahaan tekstil dan petrokimia PT Indo-Rama Synthetics dan PT Indorama Corporation
- Kelahiran: Kolkata, India
-
Nilai kekayaan:
- 8,0 miliar dollar AS atau sekitar Rp 134 triliun per 22 Desember 2025
- 8,0 miliar dollar AS atau sekitar Rp 133 triliun per 1 Januari 2026
-
Marina Budiman
- Profil: Salah satu pendiri dan Presiden Komisaris perusahaan pusat data DCI Indonesia
- Kelahiran: –
-
Nilai kekayaan:
- 7,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 122 triliun per 22 Desember 2025
- 6,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 103 triliun per 1 Januari 2026
-
Hermanto Tanoko
- Profil: Komisaris Utama Tanobel sekaligus ikut mengendalikan Avia Avian, perusahaan cat domestik terbesar kedua di Indonesia
- Kelahiran: Malang, Jawa Timur
- Nilai kekayaan:
- 5,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 92 triliun per 22 Desember 2025
- 5,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 93 triliun per 1 Januari 2026
Metode Perhitungan Kekayaan oleh Forbes
Forbes menggunakan metode pemantauan fluktuasi harian kekayaan para pengusaha besar di dunia untuk menyusun daftar Real Time Billionaires List. Untuk individu yang memiliki kepemilikan publik, nilai kekayaan diperbarui setiap lima menit saat pasar saham terbuka, sementara ada penundaan 15 menit untuk harga saham.
Sedangkan untuk individu yang kekayaannya sangat terkait dengan perusahaan swasta, nilai kekayaan bersih diperbarui sekali sehari. Jika seseorang memiliki saham di perusahaan swasta yang menyumbang 20 persen atau lebih dari nilai kekayaan bersihnya, nilai perusahaan akan disesuaikan berdasarkan indeks pasar spesifik industri atau wilayah yang disediakan oleh mitra Forbes di FactSet Research Systems.











