"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Pipa Gas TGI Meledak Dua Kali di Riau, Ahli Khawatir Tak Ada Pemeriksaan Mendalam



PEKANBARU,

Pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) kembali mengalami kebocoran dan meledak di Riau, memicu perhatian dari para ahli migas. Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Jumat (2/1/2026) sore, yang menyebabkan kebakaran besar.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Jumat (9/1/2026) dini hari, pipa gas kembali meledak di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), namun tidak sampai menimbulkan kebakaran.

Ahli migas Riau, Muslim, mengungkapkan bahwa insiden ini menunjukkan adanya ketidakmemaduan dalam proses pemeriksaan dan pemeliharaan jaringan pipa gas setelah kejadian awal. Menurutnya, tim PT TGI hanya fokus pada perbaikan titik pipa yang meledak pertama kali, tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pipa-pipa lain di sekitar jalur tersebut.

“Kebocoran pipa gas yang terjadi untuk kedua kalinya memberi kesan bahwa tim PT TGI hanya fokus pada perbaikan pipa yang meledak pertama. Tidak terlihat adanya inspeksi menyeluruh terhadap pipa-pipa gas di sekitar titik kebocoran, baik sebelum maupun sesudahnya dalam radius tertentu,” ujar Muslim saat diwawancarai wartawan di Pekanbaru, Minggu (11/1/2026).

Pentingnya Analisis dan Inspeksi

Muslim menegaskan bahwa ketika terjadi kebocoran dan ledakan gas di satu titik, seharusnya segera dilakukan analisis menyeluruh untuk mengidentifikasi kemungkinan titik-titik lain yang berpotensi mengalami kebocoran lanjutan.

“Pihak perusahaan harus cepat menganalisis titik mana saja yang berpotensi bocor berikutnya.”

Menurutnya, data hasil inspeksi, perbaikan, serta pengujian rutin pipa gas yang selama ini dilakukan, seharusnya menjadi bahan utama untuk dianalisis secara mendalam ketika terjadi insiden kebocoran.

“Data-data inspeksi dan perawatan yang ada itu sangat penting. Idealnya dibuka, dibahas, dan dianalisis lebih detail saat terjadi kebocoran seperti sekarang, karena sangat membantu dalam pengambilan keputusan teknis,” katanya.

Ia menekankan bahwa maintenance (pemeliharaan) dan inspeksi pipa gas merupakan kewajiban mutlak yang harus dilakukan secara rutin oleh perusahaan pengelola.

“Kegiatan maintenance dan inspeksi pipa adalah hal wajib. Biaya operasional dan maintenance (O&M) memang harus disiapkan. Ini jauh lebih kecil dibandingkan biaya dan dampak jika terjadi kebocoran besar, kebakaran, bahkan korban jiwa,” terang Muslim.

Rekomendasi Pemeriksaan SOP

Muslim mendorong pihak-pihak terkait, seperti SKK Migas dan kepolisian, untuk melakukan pemeriksaan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki PT TGI.

“Perlu diperiksa apakah SOP yang ada benar-benar dilaksanakan secara rutin dan konsisten, baik untuk inspeksi pipa maupun mitigasi risiko ketika terjadi insiden,” kata Muslim.

Ia juga menekankan bahwa kebocoran pipa gas biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap.

“Pipa gas idealnya tidak langsung bocor besar dan meledak. Biasanya ada kebocoran kecil terlebih dahulu. Karena pipa tertanam di dalam tanah, kebocoran kecil ini sering tidak terdeteksi jika inspeksi tidak dilakukan secara serius dan rutin,” jelas Muslim.

Menurutnya, justru di situlah pentingnya inspeksi berkala dan sistem pemantauan yang ketat, agar potensi kebocoran dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi ledakan.

Terkait Penyebab Kebocoran

Mengenai penyebab kebocoran, Muslim menyebut masih perlu menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.

“Apakah kebocoran ini akibat kelalaian dalam inspeksi dan maintenance rutin, atau karena faktor lain seperti bencana alam, misalnya hujan deras seperti yang disampaikan pihak PT TGI, semuanya harus dibuktikan lewat investigasi,” kata Muslim.

Pipa Gas Meledak

Sebagaimana diketahui, pipa gas PT TGI Regional 2 Belilas meledak akibat kebocoran di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau, Jumat (9/1/2026).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, dua rumah warga bocor akibat bantingan batu dan tanah dampak dari ledakan.

Polres Inhu meminta keterangan pihak perusahaan pascakejadian.

Menurut pihak perusahaan, kebocoran pipa gas terjadi karena faktor alam, yakni hujan.

Sudah mencoba mengonfirmasi Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail, terkait ledakan pipa yang kembali terjadi, namun tak merespons.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *