Pengalaman Menggunakan Samsung Galaxy S20 Plus di Tahun 2026
Samsung Galaxy S20 Plus, yang pertama kali diluncurkan pada awal tahun 2020, kini telah memasuki usia enam tahun. Meskipun tergolong lawas, ponsel ini masih menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman flagship Samsung dengan harga lebih terjangkau. Di awal tahun 2026, unit S20 Plus bisa ditemukan dengan harga kurang dari Rp2 juta, menjadikannya opsi menarik bagi mereka yang ingin memiliki ponsel premium tanpa menguras kantong.
Namun, harga murah tentu membawa beberapa konsekuensi. Banyak unit S20 Plus second-hand yang sudah menggunakan layar aftermarket atau kamera depan yang kurang optimal. Meski demikian, pengalaman menggunakan ponsel ini untuk aktivitas ringan sehari-hari, seperti chatting, browsing, dan game ringan, masih cukup memadai. Artikel ini membahas secara detail pengalaman menggunakan Samsung S20 Plus di 2026, mulai dari desain, layar, performa, baterai, hingga kamera.
Selain sekadar review teknis, artikel ini juga memberikan pandangan realistis tentang bagaimana S20 Plus bisa digunakan di era modern. Dari body ergonomis hingga fitur klasik Samsung seperti Dex Mode, pembaca dapat menilai apakah ponsel ini layak dijadikan daily driver atau lebih cocok sebagai HP kedua. Dengan pendekatan ini, keputusan membeli atau menggunakan S20 Plus bisa dilakukan berdasarkan fakta dan pengalaman nyata.
Desain dan Body: Nyaman Digenggam, Meski Tampilan Terasa Lawas
Desain Samsung S20 Plus memang tidak lagi menonjol dibanding seri terbaru seperti S25. Bentuk backdoor kurang menarik dan kadang warnanya tidak serasi jika layar diganti pihak ketiga. Namun, ponsel ini masih unggul dari sisi ergonomi. Meski ukuran layarnya besar, S20 Plus terasa ringan dan nyaman digenggam berkat backdoor yang melengkung mengikuti kontur tangan. Material solid tetap terasa premium, dan meski port jack 3,5 mm telah dihapus, slot SD card dan port USB 3.0 tetap mendukung fungsionalitas.
Bagi sebagian pengguna, S20 Plus terasa cukup licin tanpa casing, sehingga penggunaan casing tambahan sangat disarankan untuk mencegah risiko terjatuh. Body ergonomis ini membuat S20 Plus masih terasa nyaman meski digunakan berjam-jam, terutama untuk mengetik atau browsing media sosial.
Layar: OLED Aftermarket Masih Layak, Tapi Ada Catatan
Banyak unit second-hand S20 Plus yang sudah menggunakan layar aftermarket. Meskipun kualitasnya cukup baik untuk aktivitas sehari-hari, beberapa kelemahan tetap terlihat. Warna hitam tidak sedalam layar asli, brightness kurang maksimal di siang hari, dan refresh rate mentok di 60 Hz. Untuk mengetik, menonton video, atau bermain game ringan, layar ini masih memadai.
Sementara itu, versi original S20 Plus menggunakan Dynamic AMOLED 2X dengan resolusi hingga 2K dan refresh rate 120 Hz, memberikan kualitas visual yang jauh lebih superior. Meski layar aftermarket lebih murah, performanya cukup untuk penggunaan casual. Pengguna yang ingin pengalaman visual maksimal tetap disarankan mencari unit dengan layar asli atau layar OEM yang berkualitas.
Performa dan Daya Tahan Baterai: Lancar Tapi Boros
Samsung S20 Plus menggunakan chipset Exynos 990 dengan RAM 8 GB dan storage 108 GB. Penggunaan ringan hingga sedang seperti WhatsApp, sosial media, dan game ringan seperti Mobile Legends atau Clash Royale berjalan lancar. Namun, daya tahan baterai menjadi perhatian utama. Penggantian baterai aftermarket hanya menambah SOT (screen-on time) beberapa jam, dari 2,5 jam menjadi sekitar 3,5 jam.
Faktor ini membuat S20 Plus lebih cocok sebagai HP kedua atau cadangan bagi pengguna yang membutuhkan ponsel tambahan dengan harga murah. Untuk penggunaan harian, terutama bagi yang aktif di media sosial, disarankan membawa powerbank agar aktivitas tidak terganggu karena baterai cepat habis.
Fitur Dex Mode dan Game Plugin: Masih Relevan di 2026
Salah satu keunggulan Samsung S20 Plus adalah Dex Mode. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengubah ponsel menjadi semacam mini PC dengan menghubungkannya ke monitor atau laptop menggunakan kabel USB. Keyboard dan mouse bisa langsung digunakan, menjadikan ponsel ini berguna untuk pekerjaan ringan, presentasi, atau editing sederhana.
Selain itu, fitur Game Plugin memungkinkan pengguna memantau performa ponsel saat bermain game. Status suhu, FPS, dan pengaturan grafis bisa dipantau secara real-time. Sayangnya, beberapa fitur seperti Circle to Search dan Galaxy AI tidak tersedia karena ponsel hanya berjalan di One UI 5.1. Meski begitu, Dex Mode dan Game Plugin masih cukup membantu pengguna untuk memaksimalkan pengalaman harian dan gaming ringan.
Kamera: Andalan Siang Hari, Low Light Butuh Bantuan
Samsung S20 Plus dilengkapi tiga kamera: utama, ultra-wide, dan telephoto. Di siang hari, hasil foto cukup tajam, warna pop, dan dynamic range luas. Kamera ultra-wide bahkan lebih tajam dibanding beberapa ponsel kelas Rp2 jutaan. Namun, di kondisi low light, detail menurun, noise meningkat, dan hasilnya agak kasar. Night mode cukup membantu, tapi tetap tidak sebaik ponsel flagship terbaru.
Kamera depan pada beberapa unit bisa bermasalah, terutama jika sudah diganti pihak ketiga. Untuk perekaman video, resolusi 4K 30 fps masih stabil, tetapi ponsel cepat panas jika digunakan di luar ruangan. Pengguna disarankan membatasi durasi perekaman agar performa tetap stabil.
Tips Membeli Samsung S20 Plus Second-Hand
Bagi yang tertarik membeli S20 Plus second-hand di 2026, beberapa tips penting:
* Periksa kondisi layar, apakah asli atau sudah diganti. Pastikan tidak ada garis atau dead pixel.
* Periksa baterai, terutama SOT dan riwayat penggantian.
* Cek kamera depan dan belakang untuk memastikan tidak blur atau ada kerusakan.
* Pastikan semua fitur seperti USB, slot SD, dan Dex Mode berfungsi.
* Sesuaikan ekspektasi terhadap low light dan performa berat, karena ponsel ini lebih optimal untuk penggunaan ringan.
Masih Layak, Tapi Dengan Catatan
Samsung S20 Plus di 2026 tetap menawarkan pengalaman flagship yang solid untuk penggunaan ringan hingga sedang. Body ergonomis, layar masih layak, performa cukup untuk game ringan, dan kamera masih bisa diandalkan di siang hari. Namun, baterai boros dan layar aftermarket menjadi kelemahan utama. Ponsel ini paling cocok sebagai HP kedua atau cadangan, atau bagi mereka yang ingin merasakan fitur premium Samsung dengan biaya minimal.
Dengan harga pasar 1–2 jutaan, S20 Plus bisa menjadi pilihan cerdas bagi pengguna yang tetap mengutamakan pengalaman flagship tanpa membeli unit baru. Memahami kelebihan dan keterbatasannya akan membantu pengguna menentukan apakah ponsel ini cocok untuk daily driver atau lebih baik dijadikan HP tambahan.











