Posisi Tidur yang Bisa Menyebabkan Bayi Sungsang
Setiap aktivitas yang dilakukan selama masa kehamilan dapat memengaruhi posisi bayi dalam kandungan. Mulai dari aktivitas berat hingga aktivitas ringan seperti tidur. Ternyata, tidur dengan posisi yang tidak tepat bisa menyebabkan bayi dalam posisi sungsang.
Bayi dikatakan dalam posisi sungsang ketika kepala bayi tidak mendekati jalan lahir. Sebaliknya, kaki atau pantat bayi yang keluar terlebih dahulu. Meskipun demikian, ibu hamil tidak perlu terlalu cemas karena masih ada cara untuk mengubah posisi bayi sebelum melahirkan.
Berikut ini adalah beberapa informasi penting tentang posisi tidur yang bisa menyebabkan bayi sungsang:
1. Posisi Tidur yang Menyebabkan Bayi Sungsang
Saat ibu hamil tertidur, sering kali tidak sadar akan perubahan posisi tubuh. Menurut Healthline, tidur miring ke kanan tidak disarankan. Sebaliknya, posisi miring ke kiri lebih dianjurkan karena dianggap dapat menstimulasi gerakan bayi di dalam rahim agar masuk ke posisi yang benar.
Namun, tinjauan studi medis tahun 2019 menemukan bahwa tidur miring ke kiri atau kanan sama-sama aman. Yang terpenting adalah kenyamanan ibu hamil saat tidur. Para ahli sepakat bahwa posisi tidur yang disarankan adalah berbaring menyamping dengan bantal untuk menopang perut yang semakin besar.
Hindari tidur telentang karena berat bayi bisa menekan pembuluh darah yang menyuplai oksigen dan nutrisi ke rahim. Tidur tengkurap hanya diizinkan jika diberi izin oleh tenaga ahli.
2. Faktor Lain yang Menyebabkan Bayi Sungsang

Menurut The Bump, Amber Samuel, MD, direktur medis Spesialis Kedokteran Obstetrix Ibu-Janin di Houston menjelaskan bahwa tidak ada alasan pasti untuk penyebab bayi sungsang. Namun, jika ibu hamil memiliki kelainan rahim seperti lebih lebar di bagian atas atau lebih sempit, hal ini bisa memengaruhi posisi bayi.
Selain itu, jumlah cairan ketuban yang terlalu banyak juga bisa menjadi faktor. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mencantumkan faktor-faktor lain seperti pernah hamil sebelumnya, mengandung anak kembar, plasenta previa, atau bayi prematur. Namun, kebanyakan penyebab bayi sungsang berada di luar kendali manusia.
3. Tanda-Tanda Jika Bayi Sungsang

Salah satu tanda bayi dalam posisi sungsang adalah ibu merasakan tendangan rendah di dekat leher rahim atau merasakan kepala bayi di bawah tulang rusuk. Dokter biasanya mengukur posisi bayi dengan meletakkan tangan di berbagai bagian perut ibu. Teknik ini dikenal sebagai manuver Leopold.
Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan serviks untuk melihat bagian presentasi bayi. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan sekitar minggu ke-36 atau ke-37. Hasil pemeriksaan USG juga digunakan untuk memastikan posisi bayi.
4. Jenis-Jenis Posisi Sungsang di Masa Kehamilan

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis posisi sungsang yang bisa terjadi selama kehamilan:
- Complete: Bokong bayi mengarah ke bawah dan kaki disilangkan di bawahnya.
- Frank: Posisi pantat bayi di bawah dan kakinya mengarah ke atas menuju kepala.
- Footling: Salah satu kaki bayi mengarah ke leher rahim, siap untuk lahir sebelum seluruh tubuhnya.
Ada juga posisi sungsang melintang, di mana bayi berada dalam posisi horizontal melintasi rahim. Sekitar 1 dari setiap 25 kelahiran cukup bulan melibatkan bayi dalam posisi sungsang.
5. Cara Memperbaiki Posisi Sungsang

Jika bayi dalam posisi sungsang, ibu hamil bisa mencoba beberapa cara untuk memperbaikinya. Elizabeth Deckers, MD, direktur program kualitas dan keselamatan ibu di Hartford HealthCare, menyarankan yoga prenatal. Meski belum ada bukti penelitian kuat, teknik ini bisa membantu.
Ibu juga bisa mencoba posisi kepala menunduk atau lutut ke dada. Mengubah posisi tidur juga bisa membantu. Misalnya, dengan meninggikan panggul. Selain itu, teknik pengobatan Timur seperti akupunktur dan moksibusi juga bisa dicoba, tetapi harus didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.











