Sejarah dan Perjalanan Kopi Bemo di Pasar Rawamangun
Setelah puluhan tahun berjualan biji kopi, Edward Nurjadi (50) akhirnya memutuskan untuk membuka kedai kopi di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. Kedai bernama Kopi Bemo resmi dibuka pada 7 Januari 2026, meneruskan usaha kopi legendaris yang dirintis oleh ayahnya sejak tahun 1965.
Di dalam ruko berukuran 4×4 meter, meja untuk pelanggan terlihat rapi. Di bagian depan samping meja barista, tersusun rapi di rak biji kopi dalam toples. Beberapa pengunjung tampak menikmati kopi dan makanan ringan dari kedai tersebut. Di kaca depan kedai, terdapat tulisan “Kopi Bemo” dengan gambar kendaraan roda tiga yang mirip oplet.
Edward menjual berbagai jenis kopi pahit, baik dari daerah Indonesia maupun negara luar. Misalnya, ia menyediakan Arabica Brazil Honey, Columbia, Sulawesi, Lampung, dan lainnya. Nama kedai ini sama dengan toko biji kopinya, yaitu “Kopi Bemo”. Toko biji kopinya sudah berdiri sejak tahun 1965 yang didirikan oleh ayahnya, Rahman Lairin, dan ibunya, Martha.
Edward menceritakan perjuangan ayahnya saat pertama kali menjual biji kopi di sekitar Pasar Rawamangun. Pada sekitar tahun 1965, di depan pasar Rawamangun menjadi pangkalan kendaraan angkutan umum Bemo. Ayahnya membawa kopi seduh yang berasal dari biji kopi yang akan dijualnya kepada sopir Bemo.
“Dulu Papa saya tinggalnya di Jalan Paus, dekat dari sini sekira 500 meter. Papa saya dulu itu cuma menjual kopi itu, dulu belum masuk pasar. Jadi dia tuh membagikan kopinya itu (sudah diseduh), dia ambil dari pabrik, terus dikasih ke sopir Bemo free, suruh cobain,” ucap Edward saat ditemui, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Edward, para sopir Bemo sangat suka dengan kopi ayahnya karena rasanya terasa dan pahitnya pas. Usaha keras setiap hari ayahnya menawarkan kopi alami membuat pengelola Pasar Rawamangun tertarik dan meminta Rahman untuk jualan di dalam pasar.
Tanpa berfikir panjang, kata Edward, sang ayah langsung menyetujui ajakan dari pengelola Pasar Rawamangun. “Papa saya ambil kesempatan itu untuk buka toko di Pasar Rawamangun dan sampai sekarang toko biji kopinya masih ada di lantai atas,” ungkapnya.
Pengaruh Pandemi pada Penjualan
Selama puluhan tahun berjualan, Edward setiap hari bisa menghabiskan sekitar 100 kilogram biji kopi berbagai merek. Namun, setelah pandemi Covid-19, jumlah penjualan menurun drastis karena setiap hari hanya mampu menjual 30-40 kilogram.
“Saat ini kami sudah ada 50 varian jenis. 30 yang di lantai satu, dan 20 yang di kedai kopi lantai bawah. Dan kita sudah men-supply ke beberapa hotel, kafe, dan juga restoran,” tegasnya.
Ia berharap, toko biji kopinya bisa seramai dulu agar bisa menjual dengan jumlah lebih banyak. Pria berkaos cokelat muda itu mempekerjakan dua pegawai di toko biji kopi lantai atas dan tiga orang di kedai kopi Bemo.
Alasan Membuka Kedai Kopi Bemo
Edward adalah generasi kedua penjual biji kopi Bemo di Pasar Rawamangun. Sejak 2011, ia secara resmi menerima mandat untuk meneruskan usaha sang ayah. Pria berkacamata itu melanjutkan, alasan utama membuka kedai kopi ingin menghidupkan kembali Pasar Rawamangun.
Ia tak menampik, jumlah pengunjung Pasar Rawamangun terus merosot dan dikeluhkan para pedagang. “Saya ingin hidup kembali dengan cara membuka kedai. Supaya orang-orang yang berdatangan itu enggak cuma minum kopi saja, tapi dia bisa belanja kebutuhan yang lain yang ada di Pasar Rawamangun. Itu yang pertama,” ucap Edward.
Alasan kedua, karena di Pasar Rawamangun belum ada kedai yang bisa membangkitkan ekonomi para pedagang. Pria kelahiran 1976 itu tak menyangka, ternyata banyak pelanggan yang datang hanya sekedar minum kopi di kedainya.
“Kami ingin sajikan jadi minuman yang matang (tidak hanya biji kopi saja). Itu kerinduannya saya,” terangnya.
Edward menambahkan, omset kedai kopi saat ini sekitar Rp 2 juta per hari dan untuk toko biji kopi sekitar Rp 3-5 juta per hari. Biji kopi yang dijual Edward mulai dari Rp 160.000 perkilogram hingga Rp 480.000 perkilogram. “Kalau kedai kita variatif. Espresso-nya kita mulai dari Rp8.000, sampai yang paling mahal Rp 25.000,” tandasnya.











