Buah Derendan, Ikon Kuliner Khas Bengkalis
Buah Derendan atau sering disebut Dendan oleh masyarakat setempat adalah salah satu buah yang sangat dikenal di Kabupaten Bengkalis. Meskipun bentuknya tidak terlalu menarik dengan kulit berbintik dan bagian bawah putih bekas getah, rasa buah ini justru sangat menggugah selera.
Ciri Fisik dan Rasa Buah Derendan
Buah Derendan memiliki bentuk bulat seperti duku, tetapi lebih besar dan kulitnya lebih kasar dengan bintik-bintik cokelat atau hitam. Bagian bawahnya putih karena bekas getah, sehingga membuatnya terlihat agak jelek. Namun, ketika dicoba, rasa buah ini sangat manis dan mirip dengan madu. Isinya juga mirip duku, hanya saja rasanya lebih manis dan segar.
Pohon Derendan dan Perawatan
Pohon Derendan tidak terlalu besar, tumbuh lurus ke atas dengan beberapa cabang yang menjulang. Kulit pohonnya mengelupas seperti pohon tua, sedangkan daunnya tidak bersih dan tertutup debu kecoklatan. Meskipun tampak seolah-olah pohon ini akan mati, ternyata buahnya sangat produktif.
Tanaman Derendan tidak memerlukan perawatan khusus. Bisa tumbuh sendiri tanpa perlakuan khusus. Bentuk pohonnya unik, meski sudah berumur puluhan tahun, pohon ini tidak tumbuh besar, hanya bercabang ke atas. Buahnya tidak tumbuh dari pucuk ranting, melainkan dari bunga yang berkembang di celah-celah dahan.
Musim Berbuah dan Panen
Musim berbuah Derendan biasanya terjadi setahun sekali, seringkali berdekatan dengan musim durian. Setiap tahunnya, setelah musim durian, musim Derendan mulai berlangsung. Buah ini bisa bertahan hingga satu bulan, karena tidak masak serentak. Saat ada yang masak, langsung dipanen dan dijual.
Tahun ini, musim Derendan terjadi dua kali, yaitu Juli lalu dan awal tahun ini. Hal ini mengikuti pola musim durian yang juga dua kali dalam setahun.
Penjualan dan Permintaan
Lina, penjual Derendan di Desa Sungai Alam, menjelaskan bahwa permintaan terhadap buah ini cukup tinggi. Bahkan banyak orang dari desa lain datang hanya untuk membeli Derendan. Harganya per kilogram Rp 8.000, namun jika beli banyak bisa lebih murah.
Dalam sehari, Lina bisa menjual antara 30 hingga 50 kilogram Derendan. Selain dijual secara langsung, sebagian buah juga dijual kepada tengkulak atau penampung dengan harga lebih murah, yaitu Rp 6.000 per kilogram.
Pengiriman ke Daerah Lain
Permintaan Derendan tidak hanya dari Bengkalis saja. Lina bahkan mengirimkan buah ini ke beberapa daerah seperti Dumai, Pekanbaru, dan Batam. Saat musim Derendan, banyak orang yang memesan untuk dibawa ke tempat tinggal mereka.
Manfaat dan Keunikan Buah Derendan
Selain dikonsumsi, kulit batang dan daun Derendan digunakan secara tradisional sebagai antioksidan, antibakteri, dan anti malaria. Buah ini juga menjadi ikon wisata kuliner di Bengkalis.
Detail Mengenai Buah Derendan
Berikut adalah detail mengenai buah Derendan:
- Ciri Fisik: Berbentuk bulat hingga lonjong, tumbuh bertandan, kulitnya tipis tetapi lebih kasar dari duku, seringkali dipenuhi bintik-bintik putih atau hitam.
- Rasa: Manis segar, bahkan sering disebut memiliki rasa manis yang menyamai madu saat sudah benar-benar masak.
- Karakteristik: Bergetah sedikit di kulit, dan sering digemari semut.
- Musim: Panen derendan biasanya berlangsung setahun sekali, seringkali berdekatan dengan musim durian (sekitar bulan Juli atau penghujung tahun).
- Lokasi: Banyak ditemukan di daerah Kepulauan Riau, khususnya Bengkalis (seperti Kecamatan Rupat dan Bantan) serta Selat Panjang.











