Perjalanan Ressa Rizky Rossano dalam Mencari Kebenaran
Sosok ayah kandung dari Ressa Rizky Rossano masih menjadi misteri. Keluarga memilih untuk merahasiakan identitas pria tersebut, meskipun isu mengenai hal ini sering muncul di media sosial. Ressa sendiri tidak keberatan dengan ketidaktahuan ini. Baginya, yang terpenting adalah pengakuan dari sang ibu, Denada.
Denada telah mengakui bahwa Ressa adalah anaknya. Namun, hubungan antara keduanya tidak selalu mulus. Ressa mengaku bahwa sejak kecil ia merasa ditinggalkan dan tidak mendapatkan perhatian yang layak. Ia bahkan menyatakan bahwa ia menuntut pertanggungjawaban dari Denada atas perlakuan tersebut.
Dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo, pertanyaan tentang sosok ayah kandung Ressa muncul. Namun, jawaban yang diberikan tidak jelas. Ratih Puspita Dewi, tante Denada yang juga merawat Ressa sejak bayi, memberikan jawaban yang ambigu. Ia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ia tahu siapa ayah Ressa, tetapi tidak ingin membocorkannya.
Ressa sendiri mengatakan bahwa yang terpenting adalah ibunya. Ia tidak peduli dengan identitas ayahnya, karena ia lebih fokus pada hubungan dengan Denada. Ia berharap agar Denada dapat mengakui dirinya sebagai anak kandung dan menjalin komunikasi yang baik.
Pengakuan Denada dan Persoalan Hukum
Pada akhirnya, Denada akhirnya mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Ia membantah tuduhan penelantaran yang diajukan oleh Ressa. Menurut pengacara Denada, Muhammad Iqbal, pihaknya telah memenuhi kewajiban sebagai orang tua dengan membiayai kebutuhan Ressa, termasuk pendidikannya hingga lulus SMA.
Namun, Ressa mengklaim bahwa ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang atau perhatian seperti anak-anak lainnya. Ia mengungkapkan bahwa pesan-pesan yang dikirimkannya kepada Denada tidak pernah dibalas. Hal ini membuatnya merasa sedih dan kesepian.
Sidang gugatan penelantaran anak yang diajukan Ressa terhadap Denada digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Sayangnya, sidang ini gagal mencapai kesepakatan. Denada tidak hadir dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya. Proses hukum akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Harapan Ressa untuk Hubungan yang Lebih Baik
Di tengah polemik ini, Ressa menyampaikan harapan sederhana: pengakuan dan komunikasi yang baik dengan ibunya. Ia menegaskan bahwa ia tidak menyimpan kebencian, meskipun merasa sedih dengan situasi yang terjadi. Ia berharap Denada dapat mengakui dirinya secara terbuka dan tidak memperpanjang masalah.
Ressa juga mempertanyakan perlakuan yang ia terima, terutama saat melihat perhatian Denada terhadap putrinya, Aisyah. Ia merasa bahwa ia seharusnya diperlakukan sama seperti Aisyah. Namun, ia tidak menginginkan konflik yang berkepanjangan di ruang publik.
Tidak Menuntut Materi
Ressa menegaskan bahwa ia tidak menuntut bantuan materi. Ia mengaku sudah terbiasa bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. Ia menyebut bahwa ia bisa mencari uang sendiri dan tidak membutuhkan bantuan dari Denada.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ratih Puspita Dewi, yang telah banyak berjasa dalam hidupnya. Ia mengakui bahwa tanpa perhatian Ratih, ia tidak akan menjadi apa-apa. Ratih sendiri menggambarkan Ressa sebagai anak yang tumbuh dengan kasih sayang penuh di dalam keluarganya.
Kesimpulan
Masalah ini masih menjadi sorotan publik, namun Ressa tetap berharap komunikasi yang baik dapat terjalin dengan Denada tanpa harus melibatkan jalur hukum. Meski ada ketegangan, ia tetap percaya bahwa pengakuan dari ibunya adalah hal yang paling penting baginya.











