"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Kevin Julio dan Meriam Bellina Bocorkan Rahasia Jaga Hubungan Ibu-Anak

Hubungan Orang Tua dan Anak yang Penuh Makna

Hubungan antara orang tua dan anak sering kali penuh dengan dinamika dan kompleksitas, namun juga penuh makna. Dalam hubungan ini, cinta, harapan, dan bahkan luka yang tidak selalu terucap bisa hadir. Perbedaan pendapat antara anak dan orang tua adalah hal yang hampir tak terhindarkan. Terlebih lagi, perbedaan gaya komunikasi dan bahasa cinta yang berbeda bisa menyebabkan salah paham.

Film terbaru yang berjudul Titip Bunda di Surgamu menggambarkan kisah haru sekaligus penuh pelajaran tentang hubungan antara orang tua dan anak. Film ini dibintangi oleh Kevin Julio dan Meriam Bellina. Dalam sebuah wawancara eksklusif, mereka berbagi pandangan jujur tentang dinamika relasi antara anak dan orang tua, mulai dari proses saling memahami hingga pentingnya komunikasi yang terbuka lintas generasi.

1. Batasan Terbentuk dari Komunikasi yang Terbuka



Semakin dewasa seseorang, biasanya akan semakin membentuk batasan atau boundaries dengan orang lain termasuk dengan orang tua. Dalam beberapa waktu, boundaries memang diperlukan. Kevin Julio dan Meriam Bellina berbagi pandangan tentang boundaries dan keterbukaan. Bagi Meriam, batasan itu sudah otomatis terjadi di keluarganya yang berawal dari komunikasi yang terbuka.

“Jadi, boundaries secara otomatis buat aku dan keluarga aku. Sudah otomatis tercipta sendiri karena dari awalnya komunikasi terbuka. Jadi, kita tahu kapan kita mesti bisa mengutarakannya. Emang dari kecil kan aku sama anak-anak terus, jadi aku sangat dekat sama anak-anak,” kata aktris senior itu.

Sementara, Kevin mengungkapkan bahwa ada momen ketika dirinya merasa segan berbicara suatu hal dengan ibunya. Namun, hal tersebut tidak ia pendam selamanya. Di waktu yang tepat, ia akan jujur pada sang ibu tentang perasaannya.

“Ya, kan pasti kalau anak laki-laki mungkin lebih kepada ini ya, bertambahnya umur juga kan, bertambah dewasa juga, adalah sedikit-sedikit kayak ‘aduh malu nih, ngomong nggak ya sama ibu’, tapi pasti ada saatnya akan ngomong, pasti akan ngeganjel lah,” ujarnya.

2. Saling Pengertian dan Beri Waktu



Untuk menjaga hubungan tetap harmonis, setiap anggota keluarga harus saling pengertian dan memberi waktu pribadi kepada satu sama lain. Tidak memaksakan untuk menceritakan segala hal, tapi sabar untuk menanti waktu yang tepat. Dengan begitu, hubungan akan semakin lebih sehat.

“Kalau aku di keluarga aku ya begitu dengan berbicara. Misalnya, aku tanya sesuatu sama anak-anak ini mereka akan jawab ‘it’s not the time to talk about it’, ya sudah aku nggak akan memaksa mereka, akan ada waktunya sendiri untuk mengutarakannya kepada aku. Kadang-kadang mereka misalnya lagi mengalami masalah sulit atau apa gitu untuk membicarakan langsung ke aku kan perlu waktu, mereka harus mencari jalan keluar buat mereka sendiri. Kalau jalan keluar itu mereka nggak dapat baru kita ngomongin, dia akan tanya sama aku. Dan kita juga semua saling respect, jangan dipaksa begitu,” kata Meriam Bellina.

3. Menjadi Sahabat untuk Satu Sama Lain



Salah satu cara membangun hubungan harmonis antara orang tua dan anak adalah dengan menjadi sahabat untuk satu sama lain. Hal itu yang terjadi pada Meriam Bellina dan ibunya. Aktris kelahiran Bandung ini mengaku tidak terlalu dekat dengan ayahnya, tapi selalu curhat apa pun, termasuk kenakalannya pada sang ibu.

Punya hubungan yang seperti sahabat dengan orang tua sendiri bisa membuat kamu menjadi lebih percaya diri, merasa nggak sendirian, dan memiliki emosi yang lebih stabil. Ini menunjukkan kalau cinta tak selalu diekspresikan dengan disiplin ketat, tapi juga dengan kelemahlembutan dan keceriaan.

“Aku sama mamaku juga sangat dekat banget, beda sama papaku. Aku sama papaku sangat nggak terlalu dekat karena papaku sangat disiplin strict banget dan memang juga dia privat banget, jadi memang dia nggak terbuka beda sama mamaku. Jadi, apa yang aku dapat dari mamaku ya aku kasih sama anak-anak, karena aku merasa nyaman dengan relationship yang aku sama mamaku, walaupun ya kita ada berantemnya. Itu sangat wajar banget, namanya dua kepala itu nggak mungkin bisa akur terus. Tapi, ya gitu lah yang aku dapetin dari mamaku.”

4. Kebebasan yang Bertanggung Jawab Bukan Mengekang



Jika Meriam Bellina punya hubungan layaknya sahabat dengan sang ibu, Kevin Julio sendiri punya hubungan yang santai dengan kedua orang tuanya. Namun, ada beberapa nasihat yang selalu ia ingat dari keduanya orang tuanya. Salah satunya pesan dari sang ayah untuk selalu rendah hati. Beda dengan mendiang ayahnya yang cukup keras, ibunya kerap memperlakukannya dengan santai tanpa mengekang. Tapi, hal itulah yang membuat Kevin tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab.

“Kurang lebih sebenernya dari ayah juga sih sama sih, kayak mungkin selalu rendah hati. Soalnya dari dulu tuh nyokap nggak pernah yang kaya memorsir gitu buat jadi keras banget, memang let it flow aja, santai gitu. Cuman tapi masuk gitu itu sih, daripada yang kayaknya harus ditekan banget, malah jadi berantakan, kalau aku sih merasanya gitu ya,” ujar Kevin Julio.

5. Bertanya Kabar dari Topik Ringan



Komunikasi menjadi kunci penting dalam sebuah hubungan, termasuk hubungan orang tua dan anak. Terkadang, yang menyebab konflik adalah karena adanya miskomunikasi lintas generasi. Oleh karena itu, perlu untuk saling memahami gaya bahasa masing-masing. Kevin Julio dan Meriam Bellina pun memberikan tiga topik ringan yang penting untuk menjaga komunikasi dengan anggota keluarga tetap terjaga.

Tiga topik itu termasuk, apa yang lagi kamu rasakan, bagaimana hari ini, apa yang lagi kamu inginkan. Pertanyaan tersebut sudah menjelaskan keadaan orang tercintamu tanpa ia harus berkata lebih banyak, sehingga kamu tahu harus seperti apa meresponnya.

“Aku lebih ke apa yang lagi kamu rasakan, bagaimana hari ini, apa yang lagi kamu inginkan, pasti soal mood. Karena dari tiga pertanyaan itu kita bisa tahu ‘oh anak kita lagi senang, apa lagi gundah gulana, apa lagi lapar, apa lagi haus dalam konotasi kehidupan ya bukan dalam makanan. Pertanyaan sederhana yang merangkup semua semua aspek sebenarnya,” jelas Meriam Bellina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *