"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

“Mengenal Gejala Khas Kawasaki: Dari ‘Strawberry Tongue’ hingga Reaktivasi Bekas BCG”

Penyakit Kawasaki memang kompleks, namun sebenarnya ia meninggalkan jejak-jejak fisik yang sangat khas jika diperhatikan secara saksama. Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, memaparkan panduan visual bagi orang tua untuk mengenali penyakit ini melalui perubahan fisik yang terjadi pada mata, mulut, hingga anggota gerak anak.

Manifestasi Fisik yang Mencolok Salah satu tanda yang paling ikonik dari penyakit ini adalah kondisi lidah anak yang tampak merah dan berbintil-bintil, yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah strawberry tongue atau lidah stroberi. Selain itu, bibir pasien biasanya akan tampak sangat merah dan pecah-pecah.

Pada bagian mata, terjadi kemerahan yang khas. “Mata anak memerah, namun tidak ada kotoran atau belek. Ini berbeda dengan infeksi mata biasa yang biasanya disertai sekret,” kata Prof. Najib. Selain itu, telapak tangan dan telapak kaki anak biasanya akan tampak memerah dan mengalami pembengkakan pada fase akut.

Petunjuk Unik: Bekas Vaksin BCG yang Memerah Prof. Najib juga menyoroti satu fenomena unik yang jarang diketahui publik namun sangat membantu diagnosis: reaktivasi bekas suntikan vaksin BCG. Pada banyak kasus Kawasaki di Indonesia, bekas suntikan BCG di lengan anak yang biasanya sudah lama mengering secara tiba-tiba kembali memerah dan meradang saat anak mengalami fase akut Kawasaki.

“Bekas BCG bisa menjadi merah dan aktif lagi. Itu petunjuk penting yang bisa dilihat langsung tanpa pemeriksaan rumit,” ungkapnya. Fenomena ini bisa menjadi alarm bagi orang tua untuk segera membawa anak ke dokter spesialis anak subspesialis kardiologi.

Fase Pemulihan dan Tanda Kuku Setelah melewati fase akut di mana demam dan peradangan memuncak, penyakit ini masuk ke fase subakut. Pada tahap ini, kulit di ujung jari tangan dan kaki biasanya akan mulai mengelupas. Prof. Najib menambahkan bahwa pada fase pemulihan yang lebih lanjut, dapat muncul garis melintang pada kuku anak. Mengenali rangkaian fase ini sangat penting agar pemantauan kesehatan anak dilakukan secara menyeluruh hingga masa pemulihan total.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *