"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Fakta di Balik Volatilitas Saham ELSA yang Sentuh Rekor Tertinggi Sejak IPO

Elnusa Tbk. Tembus Rekor Harga Saham dengan Performa Operasional yang Konsisten



JAKARTA — Saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) berhasil mencatatkan rekor baru pada perdagangan pekan lalu, Rabu (4/2/2026), dengan harga mencapai Rp770 per saham. Ini menjadi level tertinggi sejak Elnusa melantai di Bursa Efek Indonesia pada 6 Februari 2008 silam. Pencapaian ini menunjukkan respons positif dari pasar terhadap kinerja operasional dan prospek pertumbuhan Elnusa.

Rustam Aji, Sekretaris Perusahaan ELSA, menyatakan bahwa rekor ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap konsistensi kinerja operasional perseroan. “Pasar mengapresiasi upaya Elnusa dalam menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di BEI, Senin (9/2/2026).

Hingga perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026), saham ELSA ditutup di harga Rp720 per lembar setelah dibuka di level Rp710 per saham. Sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026, saham ELSA naik 41,18% atau meningkat 210 poin. Dalam 6 bulan terakhir, saham ELSA menguat 48,76% atau 236 poin.

Sepanjang perdagangan hari ini, saham ELSA bergerak di rentang harga Rp690—Rp735 per lembar, dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp5,25 triliun.

Perkembangan Harga Saham Elnusa Sejak Awal Tahun

Sebagai gambaran, pada akhir 2021 saham ELSA ditutup di level Rp276 per lembar, jauh di bawah harga saat IPO pada 2008 sebesar Rp400. Selama bertahun-tahun, saham ELSA berada pada posisi undervalue.

Memasuki tahun 2022, tren positif mulai terbentuk dengan kenaikan harga menjadi Rp312 atau tumbuh +13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja ini terus berlanjut di 2023, dengan harga saham naik menjadi Rp388 atau tumbuh 24%, diikuti kenaikan kapitalisasi pasar dari Rp2,28 triliun menjadi Rp2,83 triliun.

Tahun 2024 menjadi momen penting bagi Elnusa, ketika harga saham ELSA sempat menyentuh level tertinggi di Rp545 pada Juni 2024, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp3,46 triliun.

Strategi dan Kinerja Operasional yang Mendorong Pertumbuhan

Rustam menjelaskan bahwa pergerakan saham ELSA terjadi seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap emiten jasa energi dengan fundamental kuat, portofolio bisnis terdiversifikasi, serta eksposur strategis terhadap ketahanan energi nasional.

Kinerja saham ELSA juga sejalan dengan peningkatan kualitas eksekusi proyek, disiplin operasional, dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan sepanjang 2025.

Di segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa berhasil menyelesaikan sejumlah proyek seismik strategis di berbagai wilayah kerja utama. Keberhasilan ini menegaskan kapabilitas teknis dan manajerial Perseroan dalam mendukung aktivitas eksplorasi dan pengembangan migas secara tepat waktu, efisien, dan berstandar tinggi.

Di lini Oil Field Services, Elnusa menuntaskan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE secara penuh dan tanpa insiden keselamatan.

Sementara itu, pada bisnis EPCOM, Perseroan menyelesaikan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal serta mengamankan kontrak baru di lingkungan Pertamina Group, mencerminkan keandalan eksekusi proyek dan tingkat kepercayaan pelanggan yang berkelanjutan.

Pertumbuhan di Segmen Distribusi dan Logistik Energi

Kontribusi signifikan juga datang dari segmen distribusi dan logistik energi melalui Elnusa Petrofin, yang mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29% serta perolehan 42 proyek baru sepanjang 2025.

“Kinerja ini memperkuat posisi Elnusa sebagai bagian penting dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas basis pendapatan yang berulang [recurring],” kata Rustam.

Di segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas jejak internasional melalui ekspansi layanan OCTG di Aljazair serta keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Tailan. Di sisi lain, bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95%. Pencapaian tersebut mencerminkan efisiensi pengelolaan aset dan stabilitas kinerja operasional anak usaha Elnusa.

Strategi Baru untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Memasuki 2026, Elnusa mengusung arah strategis “Rediscover Technology and Innovation Edge” yang berfokus pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui cost leadership, serta sinergi yang lebih terintegrasi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group.

Dengan fondasi fundamental yang kuat dan strategi pertumbuhan yang terarah, Elnusa optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *