"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Opini  

Peran Dahlan Dahi dalam Mendukung Jurnalisme Berkualitas

Penghargaan untuk Dahlan Dahi atas Perannya dalam Menyelesaikan Konflik PWI

Di tengah perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (9/2/2026), Dahlan Dahi menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atas jasa-jasanya dalam mengurai konflik yang berlangsung lama di tubuh organisasi tersebut. Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Dahlan dalam mempersatukan dua kubu yang saling bersaing.

Dahlan Dahi, yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network, tidak hanya dikenal sebagai tokoh media tetapi juga sebagai figur yang berhasil menjadi mediator dalam konflik internal PWI. Sebagai anggota Dewan Pers periode 2025-2028, ia memainkan peran penting dalam mencari solusi bagi dualisme kepemimpinan PWI yang telah berlangsung sejak tahun 2024.

Perjalanan Konflik dan Solusi yang Diambil

Konflik PWI dimulai pada awal 2024 ketika isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) memicu kekisruhan internal. Masalah ini memicu perselisihan antara Ketua Umum PWI Hendry Ch Bangun dan Dewan Kehormatan PWI Sasongko Tedjo. Berbagai sanksi dan gugatan hukum dilakukan, termasuk pemecatan dan perombakan struktur organisasi.

Puncak konflik terjadi ketika sebagian pengurus PWI menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta pada Agustus 2024, yang memilih Zulmansyah Sakedang sebagai Ketua Umum PWI menggantikan Hendry Ch Bangun. Kubu Hendry menolak hasil KLB tersebut, sehingga memperparah dualisme di tubuh PWI.

Dengan dukungan dari Dewan Pers, Dahlan Dahi akhirnya memediasi pertemuan antara kedua kubu, yaitu Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sakedang. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui sebuah Kongres Persatuan PWI yang digelar pada 29-31 Agustus 2025 di Bekasi.

Peran Dahlan Dahi dalam Rekonsiliasi

Dalam proses rekonsiliasi, Dahlan Dahi bertindak sebagai mediator dalam rapat virtual atau online dengan para tokoh utama PWI. Dua hari setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pers, ia mempertemukan Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sakedang, yang akhirnya sepakat untuk mengakhiri perpecahan.

Hasilnya, Kongres Persatuan PWI diadakan dan memilih Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI periode 2025-2030. Ini menandai berakhirnya era dualisme dalam kepemimpinan PWI. Munir mengatakan bahwa penghargaan kepada Dahlan Dahi diberikan karena kontribusinya dalam merajut kembali perbedaan-perbedaan yang sempat memecah belah organisasi.

Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan Dahi

Dahlan Dahi lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada tahun 1971. Naluri jurnalisnya tumbuh saat ia aktif di media kampus selama masa kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Karier jurnalistiknya dimulai pada Surat Kabar Harian Surya, pers daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994. Setelah era reformasi, ia terlibat dalam penerbitan tabloid politik Bangkit bersama almarhum Uki M Kurdi, almarhum Achmad Subechi, dan tim lainnya.

Pada tahun 2003, saat konflik Teluk dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein, Dahlan bertugas meliput ke Timur Tengah. Ia melakukan reportase untuk koran-koran Persda seperti Surya, Banjarmasin Post, Metro Banjar, Sriwijaya Post, Serambi Indonesia, Pos Kupang, Bangka Pos, dan Metro Bandung.

Selanjutnya, ia bergabung dengan Tribun Network dan berkembang pesat menjadi CEO Tribun Network. Di bawah kepemimpinannya, Tribun Network berkembang menjadi media online dengan jumlah pembaca terbesar di Indonesia.

Kilas Balik Konflik PWI 2024-2025

  1. Awal Mula Konflik: Dana Bantuan BUMN (Awal 2024)

    • Konflik dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humasa BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

    • Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI (Hendry Ch Bangun) dkk dan Dewan Kehormatan PWI Tedjo Sasongko dkk.

  2. Sanksi Dewan Kehormatan (April 2024)

    • Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun atas persoalan dana tersebut.

    • Sebaliknya, kubu Hendry memecat Tedjo sebagai Dewan Kehormatan PWI.

  3. Ketegangan Berlanjut dan Rapat Pleno (Juni – Juli 2024)

    • Konflik sempat mereda setelah Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024 yang menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian.

    • Namun, kekisruhan kembali terjadi menyusul perombakan susunan Dewan Kehormatan dan Pengurus PWI Pusat, yang memicu desakan adanya KLB (Kongres Luar Biasa).

  4. Intervensi Dewan Pers dan Gugatan (Oktober – November 2024)

    • Akibat kekisruhan, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September/Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW dan menggembok sementara sekretariat PWI.

    • Hendry Bangun merespons dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024.

  5. Rekonsiliasi dan Islah (Mei 2025)

    • Dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah (damai).

    • Kesepakatan ini dimediasi oleh Dewan Pers Dahlan Dahi dan berfokus pada penyatuan kembali PWI.

  6. Menuju Kongres Persatuan (Agustus 2025)

    • Sebagai bentuk akhir dari dualisme, disepakati penyelenggaraan “Kongres Persatuan” PWI yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2025 di Cikarang.

    • Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru.

  7. Akhmad Munir Terpilih (September 2025)

    • Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, menandai berakhirnya era dualisme.

    • PWI menyelenggarakan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin 9 November 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *