Ramadhan, Momentum untuk Menjaga Ketaqwaan dan Mendapatkan Ampunan
Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan keberkahan, kembali hadir membawa nuansa spiritual mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Bulan ini bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, serta meningkatkan kepedulian sosial. Kehadirannya selalu dinanti karena di dalamnya terdapat ampunan, limpahan rahmat, dan peluang meraih derajat takwa.
Salah satu momen yang paling ditunggu oleh umat Muslim adalah waktu berbuka puasa. KH. Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc., seorang pendakwah ternama dari Kalimantan Selatan sekaligus Mudir Ponpes Intan Ilmu Batola, mengingatkan agar sebelum berbuka memperbanyak doa, karena saat itu merupakan waktu penuh keberkahan dan tempat diijabahnya doa.
Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc., membuka penjelasan dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak: (1) Doa orang tua kepada anaknya, (2) Orang yang berpuasa, (3) Do’a orang yang sedang safar (musafir).”
Dalam beberapa lafaz hadits, “saat berbuka” atau “sehingga berbuka” merupakan waktu yang sangat istimewa. Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc., menyampaikan sepuluh amalan utama agar seorang hamba tidak melewatkan Ramadhan tanpa ampunan Allah.
Berikut sepuluh amalan di bulan Ramadhan untuk menggapai ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana disampaikan Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. lengkap dengan dalil-dalil pendukungnya:
-
Menjaga shalat lima waktu dan di masjid bagi laki-laki
Selalu menjaga shalat lima waktu, jangan sampai tidak shalat atau shalat di luar waktu tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh syariat. Jangan sampai shalat tidak di masjid bagi laki-laki, jangan sampai shalatnya juga tidak tuma’ninah terlalu cepat, dan jangan sampai shalatnya tidak khusyuk. -
Bersahur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:“Sebaik-baik makanan sahur adalah tamr (kurma kering).”
Dalam riwayat lain juga disebut ada keberkahan dalam bersahur. Dan bersahurlah dekat dengan azdan shubuh sekitar 15 sampai 20 menit.
-
Berpuasa karena iman dan pahala
Dari hadits Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.”
-
Memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan tadarrus
Disebutkan dalam hadits bahwa ketika malaikat Jibril ‘Alaihis Salam menemuinya, dan adalah Jibril ‘Alaihis Salam mendatanginya setiap malam di bulan Ramadlan, dimana Jibril ‘Alaihis Salam untuk tadarrus Al Qur’an. -
Perbanyak dzikir
Dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Orang yang berpuasa mana yang paling besar pahala puasanya? Nabi menjawab: Yang paling banyak berzdikir kepada Allah.”
-
Menyegerakan berbuka
Dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.”
-
Shalat tarawih bersama imam hingga selesai
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.”
-
Melakukan i’tikaf
Dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Barangsiapa di antara kalian yang ingin melakukan i’tikaf, maka lakukanlah!”
-
Melaksanakan umrah di bulan Ramadhan
Dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.”
-
Membukakan puasa bagi orang lain
Dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
> “Siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun juga.”











