Bisnis Sewa iPhone Laris Jelang Lebaran
Bisnis persewaan iPhone kembali menjadi tren yang menarik perhatian masyarakat, terutama menjelang Lebaran. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, tetapi juga teramati di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilik persewaan ‘Ras Kamera’, Riyan Andi Setiyawan, mengatakan bahwa permintaan untuk menyewa iPhone meningkat drastis.
“Sudah 20 an unit bookingan iPhone dari 45 unit yang kami sediakan,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/3/2026). Harga sewa iPhone bervariasi tergantung tipe dan seri, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 per hari. Riyan menyewakan mulai dari iPhone XR hingga iPhone seri terbaru 17 Pro Max.
Untuk menjaga keamanan, sistem pengamanan yang diterapkan adalah ganda, mulai dari iCloud yang tidak di logout hingga meminta identitas pelanggan seperti kartu pelajar atau dokumen lainnya jika dari luar daerah. Meski demikian, ada beberapa kasus iPhone yang dibawa kabur oleh penyewa.
“Kebanyakan untuk bukber (buka bersama) atau hanya untuk konten, iPhone dianggap lebih mudah dalam pengoperasian,” kata dia. Kios yang terletak di Nogosari III, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, yang sudah berdiri sejak tahun 2018 ini awalnya menyewakan kamera. Namun, seiring waktu, banyak pelanggan yang bertanya tentang iPhone.
“Banyak yang senang iPhone untuk keperluan sehari-hari, bahkan ada yang berlangganan,” katanya. “Kamera juga masih jalan, tapi sekarang kok cenderung banyak yang menyewa iPhone,” tambah Riyan.
Salah satu pelanggan, Rasyaddin, mengaku sengaja menyewa iPhone 17 Pro Max untuk merekam kegiatan sehari-hari dan buka bersama temannya. Sebab, telepon genggam miliknya tidak memadai untuk merekam karena sudah lama dibeli.
“Iya nyewa iPhone untuk merekam kegiatan buka bersama, dan kameranya juga bagus dibanding ponsel saya,” ujarnya.
Fenomena di Tahun 2025
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tak hanya pusat perbelanjaan di Surabaya yang dipadati warga. Tren menarik yang terjadi di dunia persewaan gadget, khususnya iPhone. Bukan hanya untuk gaya, memiliki ponsel dengan kualitas kamera terbaik kini menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Inilah yang mendorong bisnis rental iPhone semakin berkembang, termasuk di Surabaya.
Salah satu pelaku bisnis di bidang ini adalah Hediane, yang awalnya fokus menyewakan kamera DSLR dan action cam. Namun, sejak memperluas layanannya ke persewaan iPhone, permintaan justru melonjak pesat. Apalagi menjelang Lebaran, beberapa tipe seperti iPhone XR, 11 Pro, 13, dan 15 sudah ludes disewa.
“Untuk saat ini beberapa tipe sudah sold out. Dari masing-masing itu ada beberapa unit, jadi kami tidak hanya punya satu, tapi ada beberapa,” ujar pegawai @sewaiphone.surabaya kepada Kompas.com, Sabtu (29/3/2025) pagi.
Ramadan dan Lebaran menjadi periode paling sibuk bagi bisnis ini. Berbeda dengan hari biasa yang memungkinkan penyewaan harian, saat ini Hediane menerapkan sistem minimal sewa selama tiga hari. Ia menawarkan paket sewa mulai dari 3, 5, hingga 10 hari dengan harga yang semakin murah jika durasi sewa lebih panjang.
“Start dari kami mulai harga Rp 100.000,” imbuhnya. Penyewa yang datang pun bervariasi, mulai dari usia 19 hingga 27 tahun, dengan kebutuhan yang beragam. Ada yang menyewa untuk foto katalog bisnis online, tugas kuliah, perjalanan umroh, hingga kebutuhan jangka panjang selama satu bulan penuh.
Keamanan dan Validasi Data
Untuk menjaga keamanan barang, sistem pembayaran yang diterapkan adalah uang muka 50 persen saat pemesanan, sementara sisanya harus dilunasi saat pengambilan unit. Tidak semua penyewa yang mengajukan permohonan akan diterima. Hediane memastikan timnya melakukan validasi data secara ketat.
“Syarat di kami simpel, bisa dengan KTP atau SIM. Kalau untuk perjalanan jauh, ada opsi lain seperti ijazah atau STNK, tapi tetap dengan pertimbangan ketat,” katanya.
Bisnis persewaan barang berharga seperti iPhone tidak lepas dari risiko kehilangan. Untuk itu, Hediane dan timnya menerapkan berbagai langkah pencegahan, salah satunya melalui proses validasi data yang lebih mendalam.
“Customer yang sudah mengisi data belum tentu bisa sewa. Kami pertimbangkan dulu, lihat akun Instagramnya, periksa username WhatsApp-nya, bahkan dari tahun berapa WhatsApp-nya terdaftar. Kalau baru dibuat mendekati 2025, kami cari tahu lebih lanjut melalui GetContact,” tuturnya.
Manfaat Produktif dari Sewa iPhone
Meski banyak yang mengira rental iPhone sekadar untuk memenuhi gaya hidup, kenyataannya sebagian besar penyewa memanfaatkan layanan ini untuk keperluan produktif. “Ternyata nggak semua yang sewa itu buat gaya hidup. Banyak yang butuh untuk foto katalog bisnis, belajar fotografi, atau tugas kuliah. Bahkan ada yang patungan karena belum punya KTP tapi butuh buat bikin video tugas,” ujar Hediane.
Tak hanya individu, banyak perusahaan juga memanfaatkan layanan ini untuk live streaming atau operasional kantor baru. Sejak memulai usahanya pada 2016 dengan menyewakan kamera DSLR, mirrorless, dan action cam, Hediane kini melihat peluang besar di persewaan iPhone.
Bisnis ini bukan sekadar memenuhi tren, tapi juga menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan perangkat berkualitas tanpa harus membeli dengan harga mahal. “Yang penting amanah. Barang kembali dengan selamat, customer puas, bisnis pun berjalan lancar,” pungkas perempuan asal Surabaya itu.











